Air Terjun Mengalir dari Gedung Pencakar Langit China

China terkenal akan desain bangunan pencakar langitnya yang unik dan tidak biasa. Kali ini, sebuah gedung di China menuai decak kagum karena memiliki fitur air terjun buatan, mengalir deras dari ketinggian.
Bangunan itu adalah Gedung Internasional Liebian di kota Guiyang, provinsi Guizhou. Gedung itu punya tinggi 121 meter, dan air terjun mengalir dari ketinggian 108 meter.

Diberitakan AFP, Jumat (27/7), gedung itu memang belum diresmikan, namun fitur air terjun itu telah rampung sejak dua tahun lalu. Bangunan milik Ludi Industry Group itu akan memuat pusat perbelanjaan, perkantoran dan hotel mewah.

Saat awal air terjun diuji coba, warga sekitar mengira ada kebocoran ledeng dari lantai paling atas. Ketika tahu itu adalah fitur andalan gedung tersebut, warga memujinya.
Menurut perancangnya, bangunan itu memiliki sistem pompa dengan tangki penampung air raksasa setinggi gedung empat lantai di bawah tanah. Dari tangki ini, air disedot oleh empat pompa yang masing-masingnya berdaya 185 kilowatt dan ditumpahkan ke tanah.
Menurut Cheng, juru bicara pengelola, air yang digunakan adalah hasil daur ulang dari air keran dan air hujan. Namun dia mengakui, biaya yang dikeluarkan untuk air terjun itu sangat mahal, 800 yuan per jamnya, sekitar Rp 1,6 juta.
Akibat mahalnya ongkos operasional, bangunan itu memicu kontroversi di media sosial. Kebanyakan mencemooh gedung itu yang menurut mereka buang-buang uang dan sumber daya.

"Ide siapa memasang air terjun di gedung? Itu ide buruk. Mereka seharusnya menghemat energi dari pada memboroskannya seperti itu," kata seorang netizen di Weibo.
Pengelola gedung juga menyadari hal ini sehingga air terjun itu tidak akan dinyalakan setiap saat. Untuk berhemat listrik dan air, air terjun hanya dinyalakan di acara khusus dan hanya 10-20 menit.
