Airbus Buka Pabrik Baru Untuk Produksi A330 di China

Produsen pesawat terbang Airbus Group SE resmi membuka pabrik baru di Tianjin, China pada Rabu (20/9). Di mana pabrik yang baru dibuka tersebut akan memproduksi pesawat A330.
Pabrik yang berada di Tianjin tersebut akan mempekerjakan sebanyak 250 orang pekerja, dengan angka tersebut perusahaan menargetkan di tahun 2019 bisa memproduksi dua unit pesawat setiap bulannya. Dengan kerja sama ini, perusahaan berharap bisa meningkatkan bisnis aviasi di China.
"Pesawat berbadan lebar yang diselesaikan di China adalah Airbus, ini menunjukkan komitmen bersama kami terhadap sektor penerbangan China yang kuat dan berkembang," kata Airbus COO dan Presiden Airbus Commercial Aircraft, Fabrice Bregier seperti dilansir Chinadaily, Jumat (22/9).
Selain itu, pabrik baru yang ada di Tianjin ini akan menyelesaikan berbagai pekerjaan seperti memasang kabin dan tes penerbangan. Pesawat A330 sebelumnya dikerjakan di Toulouse, Prancis.
Sekitar 150 staf China dilatih oleh para ahli Airbus selama enam sampai sembilan bulan, dan mereka kemudian akan bekerja di pusat Tianjin. Artinya, pabrik baru di Tianjin ini tidak hanya akan mengantarkan pesawat ke China, tapi juga ke seluruh pasar Asia.

Kerja sama antara Airbus dan China telah membantu perusahaan kedirgantaraan terbesar di Eropa tersebut untuk meningkatkan pangsa pasarnya di China menjadi hampir 50% terhadap Boeing. Pada awal Mei, Boeing memulai pembangunan penyempurnaan dan pusat pengiriman B737 MAX di provinsi Zhoushan, Zhejiang.
"Peresmian pusat penyelesaian dan pengiriman A330 kami di Tianjin sebagai sejarah baru untuk jejak internasional Airbus dan terutama untuk menjalin kerja sama yang kuat dengan mitra kami China," kata Fabrice.
Pada akhir Agustus, ada 202 pesawat A330 yang beroperasi di daratan China, mengambil 55% pangsa pasar widebody (pesawat berbadan lebar).
Pesawat A330 pertama yang dikirim dari Tianjin didukung oleh mesin Rolls-Royce Trent 700. Saat ini, semua A330 yang dipesan dan belum dikirim ke pelanggan di China akan didukung oleh mesin Trent 700.
Pabrik baru tersebut merupakan perusahaan patungan (joint venture) di mana 51% sahamnya dimiliki oleh Airbus. Sedangkan 49% dimiliki oleh Tianjin Free Trade Zone Investment Co Ltd dan Aviation Industry Corporation of China.
Sementara itu, seorang analis industri penerbangan Lin Zhijie menyebutkan, di tahun 2007 Airbus juga telah meluncurkan jalur perakitan akhir A320 di Tianjin.
"Sepuluh tahun yang lalu, Airbus hanya menguasai 34% pangsa pasar di China dari total pesawatnya dalam layanan, kini sahamnya meningkat menjadi 47%, dan pabrik Tianjin telah memainkan peran penting. Oleh karena itu, Airbus bertujuan untuk memperkuat kerja sama dengan China," jelasnya.
