Airdrop Logistik Via Heli Disorot Imbas Beras-Mi Pecah, Mabes TNI Evaluasi
ยทwaktu baca 2 menit

TNI sudah mendistribusikan logistik berupa beras hingga mi untuk korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Pendistribusian logistik yang dilakukan via udara dengan cara airdrop menggunakan helikopter karena masih ada wilayah yang terisolir imbas akses transportasi terputus.
Namun belakangan, airdrop dari heli ini mendapat sorotan karena jarak drop terlalu jauh. Akibatnya, beras begitu mendarat di tanah, pecah. Begitu pun dengan mi.
Warga tetap mengais beras yang berceceran di tanah. Ada pula yang memilih membuang beras itu. Seperti yang terjadi di Sibolga hingga Tapanuli Tengah.
Mabes TNI buka suara terkait kejadian ini. Kapuspen TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan, TNI pada prinsipnya selalu mengedepankan prosedur keselamatan dalam setiap kegiatan penyaluran bantuan, termasuk apabila menggunakan helikopter.
"Setiap teknik penurunan logistik akan terus dievaluasi agar lebih efektif, aman, dan tepat sasaran, baik dari sisi metode pelepasan maupun keamanan kemasan bantuan yang didrop," kata Freddy kepada wartawan, Selasa (2/12).
"Hal ini penting untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa menimbulkan risiko tambahan," tambah dia.
Terkait kekecewaan warga, TNI memahaminya. Mabes TNI berkomitmen memperbaiki penangan bencana agar ke depan lebih baik lagi.
"Kami mengapresiasi perhatian masyarakat, dan TNI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penanganan bencana di seluruh wilayah," kata Freddy.
