Airlangga Berlakukan Pengetatan PPKM Mikro di 43 Kab/Kota di Luar Jawa-Bali
ยทwaktu baca 2 menit

Pemerintah telah menerapkan PPKM Darurat di Jawa-Bali sejak 3 hingga 20 Juli. Langkah PPKM Darurat diambil karena kasus corona di Jawa-Bali sudah masuk level 4.
Artinya terdapat lebih dari 150 kasus COVID-19 per 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.
Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP-PEN), Airlangga Hartarto, menyatakan kasus corona yang mencapai level 4 terjadi pula di 43 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali. Sehingga 43 daerah tersebut harus mengetatkan PPKM Mikro mulai 6 hingga 20 Juli.
"Kasus aktif di luar Jawa itu terjadi kenaikan 34 persen. Pemerintah telah menegaskan tanggal 6-20 Juli dilakukan pengetatan (PPKM Mikro) dengan asesmen yang ketat, asesmen tingkat 4, telah ditetapkan di 43 kabupaten/kota," ujar Airlangga dalam konpers virtual, Rabu (7/7).
"Terhadap daerah-daerah ini kami minta pada gubernur dan bupati wali kota untuk menjalankan PPKM Mikro secara ketat," lanjutnya.
Berikut daftar 43 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali yang harus mengetatkan PPKM Mikro:
Airlangga menambahkan, 43 daerah tersebut sekaligus perlu mempersiapkan infrastruktur untuk pelaksanaan PPKM. Seperti pendirian posko-posko hingga meningkatkan testing dan tracing.
"Dengan varian delta ini kita harus meningkatkan tracing per hari, sehingga di 43 kabupaten/kota ini melakukan pengetesan dan tracing sesuai standar WHO," ucapnya.
Ia menyebut pemerintah telah menerapkan target testing per hari yang harus dipenuhi 43 daerah tersebut. Contoh di Kota Bandar Lampung harus mampu melakukan tes sebanyak 2.333 tes per hari dan Kota Palembang 2.454 tes per hari.
Berikut target tes yang ditetapkan pemerintah di 43 kabupaten/kota tersebut:
"Angka ini akan terus dimonitor menteri kesehatan terkait kesediaan antigen dan alat-alat tes lainnya. Kita mendorong bahwa hanya pasien sedang berat kritis yang dirawat di RS. Sedangkan yang lain isoman di rumah," tutupnya.
