Airlangga: Jokowi Salah Satu Pemilik Partai Golkar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto saat membuka peringatan HUT ke-55 Partai Golkar, Jakarta, Rabu (6/11). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto saat membuka peringatan HUT ke-55 Partai Golkar, Jakarta, Rabu (6/11). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membuka pintu lebar bagi Presiden Jokowi untuk bergabung ke partainya. Menurut Airlangga, kedekatan Jokowi dan partainya sudah tak perlu diragukan.

"Tentu kita terbuka dengan Pak Jokowi untuk ikut (kami). Selama ini Partai Golkar konkret mendukung Pak Jokowi, mencalonkan Pak Jokowi, mengawal dalam pemerintahan di dalam ketidakpastian dunia," kata Golkar usai usai melantik ketua baru Lembaga Komunikasi dan Informasi Golkar di DPP Golkar, Jakarta Barat, Rabu (20/12).

"Jadi Partai Golkar pun sudah konkret memberi dukungan total kepada Pak Presiden Jokowi sampai 2024," imbuh dia.

Sebaliknya, Airlangga meyakini Jokowi pun mendukung kemajuan Partai Golkar. Menurutnya, Jokowi juga bisa dikatakan sebagai 'milik' Golkar.

Presiden Jokowi dan Airlangga di Munas Golkar. Selasa (3/12). Foto: Paulina Herasmarinandar/kumparan

"Ya kita tegaskan saja beliau mendukung Partai Golkar. Karena beliau juga keluarga besar. Dan juga beliau ini kan milik semua. Jadi salah satu pemiliknya Partai Golkar," ujar Menko Perekonomian ini.

"Jadi kalau kita katakan beliau milik bangsa, tetapi Golkar sebagai anak bangsa, merasa memiliki bapaknya, itu tidak ada yang salah. Apalagi beliau mengatakan beliau nyaman (dengan Golkar)," tambahnya.

Airlangga memastikan partainya akan terus mendukung langkah Jokowi hingga akhir masa jabatannya di 2024.

"Golkar itu sudah konkret. Pada waktu beliau jadi presiden, kan, dukungan Partai Golkar," kata Airlangga.

"Jadi, bukan soal masuk (atau) tidak masuk (partai), tapi beliau sebagai Bapak Bangsa dan kita sebagai anak bangsa dan partai politik mencerminkan daripada organisasi politik yang bisa mencalonkan dan mendukung di parlemen. Nah, kita lanjutkan saja," lanjutnya.