Airlangga: Penanganan COVID-19 yang Cepat Dipimpin Pusat, dari Bawah Tak Sinkron

28 Agustus 2021 13:45 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers terkait kedatangan 8 juta dosis Vaksin Sinovac, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (25/5). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers terkait kedatangan 8 juta dosis Vaksin Sinovac, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (25/5). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Ketua Umum Golkar yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, mengatakan penanganan COVID-19 lebih cepat bila dipimpin langsung oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden Jokowi. Penanganan dibantu oleh aparat dari TNI-Polri.
ADVERTISEMENT
"Penanganan COVID-19 yang cepat dengan kepemimpinan Bapak Presiden, dipimpin pusat menggunakan TNI-Polri," kata Airlangga saat pertemuan Jokowi dengan para pimpinan parpol koalisi di Istana Negara pada Rabu (25/8). Materi pertemuan itu baru diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (28/8).
Jokowi dalam pertemuan itu menyampaikan beberapa hal, di antaranya soal penanganan COVID-19 dan juga pertumbuhan ekonomi.
Ketum partai yang hadir dalam pertemuan itu dan memberikan pidato yakni Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa dan Ketum PAN Zulkifli Hasan.
Menko Perekonomian itu menilai dari pengalaman sebelumnya penanganan COVID-19 terkadang masih tumpang tindih antara pusat dan daerah. Sehingga sering terjadi koordinasi yang tidak sinkron.
ADVERTISEMENT
"Kalau menggunakan dengan yang di bawah ini tidak terjadi, karena kita sudah mencoba namanya PSBB antara Jakarta Raya, Bekasi, Kabupaten Bogor saja tidak sinkron. Sehingga efeknya bolak-balik," ucapnya.
Sebelumnya Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pemerintah terus mencari jalan terbaik untuk mengatasi pandemi COVID-19. Maka dari itu, dia meminta semua pihak tidak perlu sibuk mendebatkan siapa yang salah dan yang benar dalam penanganan pandemi ini.
Selain percepatan vaksinasi, salah satu cara agar masyarakat terhindar dari badai COVID-19 adalah dengan selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Bersama-sama memerangi pandemi virus corona yang belum diketahui kapan berakhirnya.