Ajakan Kibarkan Bendera Bulan Bintang di Aceh Hoaks

Ajakan pengibaran bendera bulan bintang dalam rangka peringatan milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) 4 Desember 2019, belakangan menjadi sorotan publik dan viral di sosial media.
Imbauan itu tertulis dalam sebuah selebaran menggunakan bahasa Aceh. Di dalamnya turut menampilkan tiga foto almarhum tokoh/petinggi GAM.
Selebaran tersebut meminta masyarakat Aceh bersedia menaikkan bendera bulan bintang yang merupakan bendera GAM, selama satu jam pada 4 Desember mendatang. Lalu pada bagian bawah surat dibubuhi tanda tangan beberapa nama petinggi Komite Peralihan Aceh (KPA).
Juru bicara KPA pusat, Azhari Cagee, memastikan selebaran yang beredar tersebut adalah bohong alias hoaks dan bukan berasal dari pihaknya. Kata Azhari, mereka tidak pernah mengeluarkan imbauan seperti itu.
“Dapat saya pastikan selebaran itu bukan berasal dari kami, intinya itu adalah selebaran palsu (hoaks). Kami tidak tahu sumbernya dari mana,” ujar Azhari, saat dikonfirmasi kumparan, Selasa (26/11).
Mantan anggota dewan dari Partai Aceh itu menjelaskan, KPA atau GAM memang diwajibkan memperingati 4 Desember untuk mengirimkan doa dan mengenang teman-teman seperjuangan yang telah tiada.
“Memang wajib karena untuk mengirim doa dan mengenang rekan seperjuangan yang telah duluan syahid pada saat Aceh dalam konflik. Dalam peringatan itu biasanya disertai dengan menyantuni anak yatim. Memang setiap tahun pada 4 Desember selalu ada,” ungkapnya.
Azhari menegaskan pihaknya tidak pernah menginstruksikan masyarakat untuk mengibarkan bendera bulan bintang. Menurutnya, selebaran itu adalah ulah oknum yang tidak bertanggung jawab dan diduga ingin memperkeruh suasana damai Aceh.
“Saya mengecam tindakan orang-orang tidak bertanggung jawab yang telah menyebarkan selebaran tersebut. Patut diduga ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan momen untuk memperkeruh suasana damai Aceh dan mengambil keuntungan di balik momentum tersebut,” ungkapnya.
GAM lahir pada 4 Desember 1976 yang diinisiasi oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Gerakan ini dideklarasikan di perbukitan gunung Halimun, Pidie. Pada 15 Agustus 2005 GAM dan Pemerintah RI menandatangani perjanjian damai di Helsinki, Finlandia. Di tahun itu pula GAM membubarkan Tentara Nanggroe Aceh (TNA).
