Akankah Hasil Autopsi Ungkap Misteri Kematian Diplomat Arya Daru?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan. Foto: Instagram/ @indonesiainba
zoom-in-whitePerbesar
Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan. Foto: Instagram/ @indonesiainba

Polisi masih terus menyelidiki lebih dalam soal kematian diplomat muda, Arya Daru Pangayunan (39). Salah satu yang paling ditunggu, yakni hasil autopsi.

Autopsi sudah dilakukan keluarga sesaat setelah Arya Daru dievakuasi dari kamar kosnya di Gondia Guesthouse, Menteng, Jakarta Pusat. Setelah itu, jenazah Arya langsung dibawa dari RSCM menuju ke Bantul, Yogyakarta.

Hampir 2 minggu berlalu, hasil autopsi pun sudah keluar. Tapi, keluarga belum mau bicara dan menyerahkan ke polisi.

"Terkait dengan autopsi, hasilnya sudah keluar dan sudah diterima oleh pihak berwajib juga," kata Kakak ipar Arya Daru, Meta Bagus, Kamis (17/7).

Meta Bagus, kakak ipar diplomat Arya Daru Pangayunan (39). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Autopsi memang jadi salah satu metode yang paling sering dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian seseorang. Tapi, untuk kasus Arya Daru, pemeriksaan tak cuma sebatas itu.

"Untuk hasil toksikologi dan patologi memang belum kami terima," tambah Bagus.

Pemeriksaan toksikologi adalah tes untuk mengidentifikasi keberadaan zat berbahaya atau racun dalam tubuh. Racun itu bisa saja dari obat-obatan, alkohol, atau zat kimia lainnya.

Pemeriksaan toksikologi dapat dilakukan pada darah, urine, air liur, atau rambut.

Sedangkan, pemeriksaan patologi adalah pemeriksaan untuk mendiagnosis penyakit dengan memeriksa sampel jaringan atau sel tubuh.

video from internal kumparan

Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter spesialis patologi, yang menganalisis sampel tersebut di laboratorium untuk mengidentifikasi perubahan yang terjadi akibat penyakit.

Hasil pemeriksaan patologi membantu dokter dalam menentukan diagnosis, rencana pengobatan, dan memantau perkembangan penyakit pasien.

Berbagai pemeriksaan dan hasilnya memang ditunggu banyak pihak. Mengingat, belum ada penyataan maupun informasi apakah Arya Daru meninggal dibunuh atau tidak.

video from internal kumparan

Kondisi Arya Daru saat ditemukan juga jadi pembahasan. Dia ditemukan dalam kondisi kepala terlilit lakban. Tidak ada barang yang hilang, kondisi kamar rapi, pintu terkunci, begitu juga jendela.

Sejumlah rekaman CCTV sudah muncul. Rekaman ini menggambarkan kegiatan terakhir Arya Daru yang sedang membuang sampah.

Lalu ada rekaman lain berisi penjaga kos yang melintas keluar kos lalu Kembali lagi. Subuh hari penjaga kos Kembali terlihat sambal menelepon dan melihat ke arah jenderal kamar Arya. Ini dilakukan karena istri Arya menelepon dan meminta untuk melihat kondisi suaminya.

Terakhir, menunjukkan penjaga kos dibantu seorang laki-laki membuka paksa jenderal dan pintu kamar.

video from internal kumparan

Kasus ini tentu jadi perhatian Polri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta semua anggotanya mengusut tuntas kasus ini.

Sementara, untuk hasil autopsi, Sigit menyebut, polisi belum mengungkap hasil autopsi karena masih butuh data lebih lengkap agar kesimpulan penanganan kasus ini dengan baik.

video from internal kumparan

"Kita ingin lebih cermat, yang kedua juga kita ingin menunggu seluruh hasil tuntas sehingga kemudian ini semuanya bisa dipadukan untuk kemudian bisa dipertanggungjawabkan ke publik," ujar Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, saat ditemui di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (17/7).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Rest Area KM 456 Tol Semarang-Solo, Jawa Tengah, Sabtu (5/4/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Sigit menegaskan, penyidik bekerja dengan scientific crime investigation (SCI). Karena itu, dia meminta masyarakat untuk bersabar.

"Jadi ditunggu saja karena memang prosesnya harus seperti itu dan hasilnya tentu bisa kita omongkan manakala memang dari hasil labfor ataupun dari hasil kedokteran bisa keluar," ujarnya.