Akankah PKB Tarik Dukungan Jokowi karena Pilih Cawapres di Luar NU?

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mahfud MD. (Foto: Antara/M. Agung Rajasa)
zoom-in-whitePerbesar
Mahfud MD. (Foto: Antara/M. Agung Rajasa)

Santer terdengar nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sebagai kandidat terkuat cawapres Jokowi. Namun sayangnya, kemungkinan Mahfud sebagai cawapres Jokowi masih terganjal oleh sikap beberapa pihak yang belum setuju.

Parpol koalisi Jokowi terbelah soal pemilihan Mahfud. PDIP, Golkar, NasDem, Hanura, PSI, PKPI, Perindo setuju dengan Mahfud sebagai cawapres Jokowi. Namun, sikap berbeda muncul dari PKB dan PPP. Meski, belakangan PPP sudah luluh dan setuju dengan sosok Mahfud.

Konferensi Pers Cak Imin terkait isu terorisme (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi Pers Cak Imin terkait isu terorisme (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Pihak yang kuat menentang Mahfud sebagai cawapres adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Kuat dugaan Cak Imin masih berambisi menjadi cawapres Jokowi.

Di luar itu, Cak Imin beranggapan Mahfud bukan sosok yang merepresentasikan NU. Selain itu, Mahfud juga tak berpartai dan tidak memiliki massa Islam yang kuat. Cak Imin menegaskan hingga Rabu (8/8) malam, cawapres Jokowi masih belum ditentukan.

"Saya tadi ketemu Pak Presiden, baru aja keluar dari Istana, dan sampai detik ini belum diputus oleh Bapak," ujar Cak Imin usai pertemuan PBNU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (8/8).

Mahfud MD dan Joko Widodo. (Foto: Antara dan nu.go.id)
zoom-in-whitePerbesar
Mahfud MD dan Joko Widodo. (Foto: Antara dan nu.go.id)

Cak Imin menyatakan akan ikut sikap PBNU terkait dengan Pilpres 2019. PKB memang merupakan salah satu partai yang dekat dengan NU. PBNU memang lebih mendukung Cak Imin sebagai cawapres Jokowi.

Ketua PBNU Robikin Emhas menyatakan, warga NU tidak akan merasa bertanggung jawab dalam memenangkan kontestasi Pilpres 2019, jika Jokowi tak memilih cawapres dari kader NU. Termasuk, jika Jokowi akhirnya memilih Mahfud MD sebagai cawapresnya.

"Tapi sekali lagi pada pokoknya pesan para masyayikh, para kiai, ulama, akan kita sampaikan kepada pihak lain, bahwa kalau tidak kader NU (yang dipilih), khawatir warga Nahdliyin tidak merasa memiliki tanggung jawab moral untuk cancut taliwondo (ikut bekerja sama) itu saja intinya," tegas Robikin, Rabu (8/8).

Robikin Emhas (Foto: Instagram @robikinemhas)
zoom-in-whitePerbesar
Robikin Emhas (Foto: Instagram @robikinemhas)

Selain itu, Ketum PBNU Said Aqil Siradj lebih setuju jika Cak Imin yang dipilih menjadi cawapres Jokowi. Cak Imin dianggap sebagai sosok yang merepresentasikan kalangan Nahdliyin.

Meski demikian, PDIP menegaskan parpol pengusung Jokowi sebagai capres di Pilpres 2019 tidak akan berkurang. Bahkan, PDIP menyebut koalisi Jokowi yang diusung sembilan parpol, yaitu Partai Golkar, NasDem, PPP, PDIP, Hanura, PSI, PKPI, Perindo, termasuk PKB semakin solid.

Jokowi di Pesantren Al-Amien, Tegal. (Foto: Biro Setpres)
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi di Pesantren Al-Amien, Tegal. (Foto: Biro Setpres)

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan, keharmonisan parpol pengusung Jokowi sekaligus menepis isu akan hengkangnya parpol yang sudah bergabung dalam koalisi.

"Ketika kami sudah bersama-sama bahkan sudah punya seragam bersama-sama menyatukan identitas sebagai pengusung Pak Jokowi, artinya ini sebuah progres yang sangat baik," terang Hasto di kediaman Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (8/8) malam.