Akankah Singapura Memberikan Anggrek Khusus bagi Trump-Kim?

Singapura memiliki tradisi memberikan anggrek bagi setiap tamu kenegaraannya. Lantas, akankah Singapura menyiapkan anggrek khusus bagi Presiden AS, Donald Trump, dan Pemimpin Tertinggi Korut, Kim Jong-un?
Para ahli tanaman tengah dibuat penasaran apakah Singapura juga akan mempersembahkan anggrek khusus untuk Trump dan Kim pada pertemuan 12 Juni mendatang.
Menjawab pertanyaan itu, Kepala Keamanan dan Hubungan Internasional dari Institut Hubungan Internasional Singapura, Nicholas Fang, menyebut besar kemungkinan hal itu dapat terjadi.
"Diplomasi semacam ini menjadi sesuatu yang sangat khas dari Singapura. Mungkin satu anggrek untuk satu pemimpin, atau mungkin satu anggrek untuk pertemuan itu. Mari kita lihat bersama," kata dia dilansir Reuters, Rabu (6/6).
Anggrek merupakan bunga kebangsaan Singapura yang selalu diberikan untuk tiap tamu negara. Mulai dari anggrek warna pastel dengan kelopak kuning untuk Barack dan Michelle Obama, anggrek merah muda dengan bintik merah untuk Presiden China Xi Jinping, sampai anggrek dengan warna kuning oranye menyala untuk Nelson Mandela.
Tak hanya memberikan anggrek, Singapura juga menamakan bunga-bunga itu dengan nama para tokoh tersebut. Seperti Dendrobium Iriana Jokowi untuk Presiden RI Jokowi dan Iriana Jokowi pada 2015, Papilionanda Aung San Suu Kyi pada 2016, dan Dendrobium Narendra Modi untuk Perdana Menteri India yang baru saja berkunjung ke sana.




Bunga-bunga tersebut ditanam dan dirawat di Kebun Botani Singapura, yang telah terdaftar dalam warisan budaya Unesco.
Nama-nama pemimpin Korut sebelumnya, Kim Il-sung dan Kim Jong-il, juga telah dijadikan nama bunga anggrek, yaitu Kimilsungia dan Kimjongilia. Kimilsungia adalah bunga anggrek yang diberikan pada Kim Il-sung dalam pertemuannya dengan Presiden Sukarno di Bogor pada 1965.
Bukan tidak mungkin jika Kim Jong-un dapat anggrek akan dinamai Kimjongunia, atau Donaldtrumpia jika diberikan kepada Donald Trump.
