Akar Konflik Hizbullah vs Israel, Kenapa Mereka Saling Benci dan Serang?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel di kota Ghaziyeh, Lebanon selatan, Senin (23/9/2024). Foto: Menahem Kahana/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel di kota Ghaziyeh, Lebanon selatan, Senin (23/9/2024). Foto: Menahem Kahana/AFP

Nyaris 500 orang tewas dan ribuan warga Lebanon terluka akibat serangan udara Israel pada Senin (23/9). Israel menargetkan serangan ke kelompok Hizbullah yang telah lama jadi musuh bebuyutannya.

Eskalasi ketegangan dengan kelompok penguasa selatan Lebanon ini terjadi sejak 7 Oktober 2023, atau sejak Israel menyerang Gaza. Akan tetapi permusuhan kedua belah pihak ini sudah lama terjalin.

Kenapa demikian?

Ilustrasi Hizbullah. Foto: Shutterstock

Hizbullah berdiri pada 1982 atau pada masa perang saudara Lebanon yaitu rentan waktu 1975 sampai 1990. Pendiri Hizbullah ialah Garda Revolusi Iran yang berideologi Syiah.

Mereka mendirikan Hizbullah karena keinginan mengekspor revolusi Islam ke negara-negara lain di luar Iran.

Hizbullah pun melabeli diri sebagai kelompok Syiah yang punya ideologi serupa dengan Iran, demikian dikutip dari Reuters.

Peta Israel dan Lebanon. Foto: Below the Sky/Shutterstock

Pada 1982 adalah awal mula peperangan pertempuran Hizbullah melawan Israel pecah. Ketika itu Hizbullah jadi kelompok yang angkat senjata melawan upaya Israel menginvasi Lebanon.

Karena memiliki senjata berat dan pasukan, Hizbullah tak cuma masuk dalam daftar musuh Israel dan sekutu Barat. Negara-negara Sunni seperti Arab Saudi menetapkan Hizbullah sebagai organisasi teroris.

Bagaimana konflik terbaru dengan Israel memuncak?

video youtube embed

Hizbullah adalah bagian dari aliansi Axis of Resistance yang didukung Iran dan beroperasi di Timur Tengah. Kelompok Hamas masuk pula dalam aliansi ini.

Hamas adalah kelompok yang juga sedang dilawan Israel. Serangan Israel ke Gaza, wilayah kekuasaan Hamas sudah menyebabkan puluhan ribu orang nyawa melayang.

Karena serangan Israel ke Gaza, pada 8 Oktober 2023 Hizbullah menembakkan rudal ke posisi Israel di perbatasan. Hamas menyebut aksi itu sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan Hamas di Palestina.

Seorang anak berjalan di puing-puing puing-puing bangunan yang hancur di dekat menara masjid yang roboh di Nuseirat, Jalur Gaza, Rabu (17/7/2024). Foto: Eyad BABA / AFP

Sejak 8 Oktober pula setiap hari Hizbullah dan Israel baku tembak. Hizbullah kerap menembakkan rudal dan menyerang Israel dengan drone.

Karena saling serang puluhan ribu orang berada di perbatasan terpaksa harus angkat kaki dari rumahnya.

Seseorang dibawa dengan tandu di luar American University of Beirut Medical Center (AUBMC) ketika pager yang mereka gunakan untuk berkomunikasi meledak di seluruh Lebanon, menurut sumber keamanan, di Beirut, Lebanon, Selasa (17/9/2024). Foto: Mohamed Azakir/REUTERS

Konflik meroket tajam pada pekan lalu ketika ribuan pager dan walkie-talkie di Lebanon meledak. Rangkaian ledakan terjadi di daerah kekuasaan Hizbullah pinggiran Beirut.

Setelah serangan bom pager, seorang komandan tinggi Hizbullah tewas karena serangan udara Israel.

Israel kemudian dalam pernyataannya mengumumkan tujuan utama serangan mereka terhadap Hizbullah, agar warganya di utara bisa kembali menempati rumahnya dengan aman.

Adapun, Hizbullah menegaskan belum akan menghentikan serangan terhadap Israel sampai perang Gaza berhenti.