AKBP Achiruddin Divonis 6 Bulan Penjara Dalam Kasus Penganiayaan Ken Admiral

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas menggiring terdakwa kasus pembiaran penganiayaan Achiruddin Hasibuan (tengah) usai menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Rabu (12/7/2023). Foto: Fransisco Carolio/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menggiring terdakwa kasus pembiaran penganiayaan Achiruddin Hasibuan (tengah) usai menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Rabu (12/7/2023). Foto: Fransisco Carolio/Antara Foto

Terdakwa kasus penganiayaan AKBP Achiruddin divonis 6 tahun penjara oleh majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (26/9).

AKBP Achiruddin Hasibuan dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan ancaman kekerasan terhadap Ken.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Achiruddin Hasibuan tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara selama enam bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Oloan di PN Medan pada Selasa (26/9).

Selain pidana penjara, AKBP Achiruddin dibebankan membayar biaya restitusi sebesar Rp 52.382.200. Ini dibebankan secara tanggung renteng dengan anaknya, Aditya Hasibuan.

Momen orang tua Ken Admiral peluk anak AKBP Achiruddin, Aditya Hasibuan, usai persidangan lanjutan perkara penganiayaan di PN Medan pada Kamis (20/7/2023). Foto: Dok. Istimewa

Jika biaya restitusi tersebut tidak dibayarkan, maka akan digantikan dengan pidana penjara selama 1 bulan.

Vonis terhadap AKBP Achiruddin ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya, AKBP Achiruddin dituntut pidana penjara selama 1 tahun 9 bulan.

Latar Belakang Kasus

kumparan post embed

Sebelumnya, AKBP Achiruddin ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pembiaran penganiayaan yang dilakukannya anaknya Aditya Hasibuan terhadap Ken Admiral pada Desember 2022 lalu.

Kasus itu diawali duel antara Ken dan Aditya. Duel itu terjadi dua kali. Pertama, pada 21 Desember malam. Saat itu, Aditya merusak spion minicooper milik Ken.

Lalu, pada dini hari 22 Desember, Ken mendatangi rumah AKBP dan duel terjadi lagi.

Saat itu, AKBP Achiruddin bukan melerai. Namun, memberi dukungan ke Aditya dan memberikan ancaman ke Ken dengan memerintahkan mengeluarkan senjata laras panjang.