Akhir Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang anggota Palang Merah Indonesia menyemprotkan disinfektan di area Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Seorang anggota Palang Merah Indonesia menyemprotkan disinfektan di area Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Reuters

Operasi pencarian Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, resmi dihentikan. Sehingga, total 13 hari proses evakuasi berjalan untuk menemukan tubuh korban dan puing-puing pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak itu.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan penghentian operasi SAR diputuskan atas berbagai pertimbangan.

"Tahap awal sesuai ketentuan 7 hari dan sudah perpanjang 2 kali. Hari ini hari terakhir perpanjangan daripada Basarnas dengan berbagai pertimbangan. Kita tutup operasi SAR hari ini," kata Budi Karya di JICT, Jakarta, Kamis (21/1).

Presiden Joko Widodo bersama Menhub RI Budi Karya Sumai di Posko Darurat Evakuasi Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Dermaga EX JICT II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/1). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 sudah berlangsung sejak Sabtu (9/1). Operasi ini sudah mengalami dua kali perpanjangan pada Jumat (11/1) dan Senin (18/1).

Sebanyak 4.300 personel gabungan, 62 kapal, dan 15 pesawat dilibatkan dalam proses pencarian. Selama 13 hari, tim SAR melakukan pencarian terhadap korban, serpihan, dan black box Sriwijaya Air.

Tetap Fokus Cari CVR

Namun, operasi SAR Sriwijaya Air tidak akan sepenuhnya berhenti. Sebab, tim dari KNKT masih akan mencari Cockpit Voice Recorder (CVR) yang hingga kini belum ditemukan.

CVR berisikan percakapan pilot dan petugas lalu lintas udara, yang bisa menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan.

"Kami berkomitmen tetap lakukan upaya dan mengalihkan lead di lapangan dari KNKT. Di mana KNKT telah dapat kesepakatan dari Bapak KSAL, TNI, dan Polri untuk operasi lanjutan dengan homebase yang ada di Pulau Lancang," jelas Budi.

Personel TNI AL membawa kantong jenazah kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (21/1). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Di kesempatan yang sama, KNKT berharap tetap mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam operasi pencarian CVR Sriwijaya Air SJ 182.

"Memang operasi SAR setelah ditutup, tapi kami di KNKT sebagai tanggung jawab kami, kami akan terus pencarian CVR dan kami didukung Kemenhub, TNI AL, TNI , Polri dari Basarnas dan dari unsur-unsur yang lain yang menawarkan bantuan ke KNKT termasuk ke Dishub DKI," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.

Sementara komponen penting yang sudah ditemukan adalah black box bagian Flight Data Recorder (FDR), yang berisi data penerbangan pesawat selama ini. Data ini pun sudah berhasil diunduh KNKT dan dalam proses investigasi.

Hasil 13 Hari Operasi SAR

Sejumlah serpihan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Dermaga EX JICT II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/1). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Kepala Basarnas, Marsdya TNI Bagus Puruhito, mengatakan selama operasi SAR, tim gabungan berhasil mengevakuasi ratusan kantung jenazah hingga 123 serpihan pesawat, baik serpihan kecil dan besar.

"Tim SAR gabungan dalam kegiatan tersebut telah menemukan atau evakuasi 324 kantung jenazah, serpihan kecil 68, serpihan besar 55, dan FDR pada 12 Januari, ini prestasi, serta bagian CVR pada 15 Januari," ungkap Bagus.

Meski operasi SAR ditutup, Bagus menegaskan pihaknya tetap dilakukan pemantauan aktif dan tindak lanjut apabila ada laporan masyarakat. Termasuk dalam pencarian memori CVR.

"Selanjutnya akan dilaksanakan operasi lanjutan pemantauan monitor aktif. Apabila ada laporan dari masyarakat yang diduga laporan dari korban kami akan respons untuk tindak lanjut temuan tersebut," jelas Bagus.

Proses Identifikasi Tetap Berjalan

Petugas medis mendorong keranda jenazah, di RS Polri, Jakarta, Senin (11/1). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri pada Kamis (21/1) kemarin berhasil mengidentifikasi 4 korban Sriwijaya Air SJ 182. Dengan tambahan ini, maka total sudah ada 47 korban yang teridentifikasi.

“Tim berhasil mengidentifikasi 4 korban pada hari ini, sehingga korban yang teridentifikasi berjumlah 47,” kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono.

Meski pencarian dihentikan, Rusdi memastikan proses identifikasi jenazah yang bagian tubuhnya telah ditemukan tetap berjalan.

"Proses identifikasi, walaupun di Basarnas mungkin akan menghentikan, tetapi di sini masih melakukan kegiatan identifikasi," ungkap dia.

Setidaknya, dibutuhkan waktu satu pekan untuk mengidentifikasi temuan bagian tubuh (body part) yang sudah ditemukan. Metode identifikasi yang digunakan adalah pencocokan melalui DNA dan membutuhkan waktu tidak sebentar.

"Proses pencocokan DNA memang agak panjang, waktunya 5-7 hari. Seluruh kantong sudah dilakukan identifikasi, sekarang proses rekonsiliasi melalui DNA," jelas Rusdi.

Keluarga Akan Tabur Bunga di Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air

Cuaca buruk di lokasi titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Sebagai bentuk penghormatan terhadap korban, Menhub mengungkapkan keluarga yang ditinggalkan akan menggelar tabur bunga di sekitaran Pulau Lancang dan Pulau Laki pada hari ini, Jumat (22/1).

"Untuk menghormati korban, besok jam 06.00 WIB pagi berangkat dari sini dengan KRI Semarang, paling tidak perwakilan 50 keluarga korban akan menuju sekitar ke Pulau Lancang untuk melakukan tabur bunga untuk semuanya," tutur Budi Karya.

Dengan sudah ditemukannya ratusan kantong jenazah, Budi Karya memastikan tim DVI Polri terus bekerja maksimal mengidentifikasi korban.

"Tim DVI polri itu bekerja keras karena terdapat 324 kantung jenazah yang diketemukan hingga saat ini," ucap dia.

Pangkoarmada 1, Laksda Abdul Rasyid, menuturkan pihaknya telah menerima arahan untuk tabur bunga dari KSAL dan Panglima TNI. KRI Semarang milik TNI AL sudah siap untuk mengantar keluarga ke lokasi.

"Termasuk besok tabur bunga, tentu ini arahan dari Panglima TNI dan KSAL mengarahkan kepada kami dan mohon doanya, semoga yang kita laksanakan mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Esa. Saya mohon doanya, semoga operasi kita dilancarkan," tutupnya.

****