Akhiri Sengketa 50 Tahun, Kanada dan Denmark Bagi Dua Pulau Hans

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bendera Kanada dan Denmark. Foto: NINA IMAGES/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bendera Kanada dan Denmark. Foto: NINA IMAGES/Shutterstock

Pada Selasa (14/6/2022), Denmark dan Kanada sepakat membagi pulau kecil tak berpenghuni di Kutub Utara yang dikenal sebagai Pulau Hans.

Pulau Hans terletak di antara Greenland dan Pulau Ellesmere di Kanada pada jarak yang sama. Greenland adalah wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark. Kebijakan luar negeri kawasan itu dikelola oleh Denmark.

Selama 50 tahun, kedua negara saling mengeklaim kepemilikan atas Pulau Hans. Tetapi, pertikaian tersebut akan berakhir dengan tindakan diplomasi simbolis.

Menghindari ketegangan, Kanada dan Denmark membagi pulau seluas 1,2 kilometer persegi tersebut. Sepanjang celah alami, mereka membaginya menjadi dua bagian yang hampir sama besarnya.

Sebagian mengaitkan penyelesaian damai itu dengan Rusia. Sejak invasi ke Ukraina, negara-negara tampak mendekatkan diri dengan satu sama lain.

Berbagai pihak lantas menduga, para anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tengah melakukan hal serupa.

"Ini benar-benar merupakan sinyal bagi pihak lain yang berkepentingan di sana, bahwa inilah cara menyelesaikannya. Apakah langkah itu realistis dengan kaitannya dengan Rusia? Saya tidak tahu," ungkap sejarawan militer di Royal Danish Defense College, Soren Norby, dikutip dari Reuters, Selasa (14/6/2022).

Pertengkaran Damai di Pulau Hans

Pulau tersebut mendapatkan namanya dari penjelajah asal Greenland, Hans Hendrik. Dia mengadakan ekspedisi pertama ke pulau itu pada 1853. Pulau itu disebut sebagai 'Tartupaluk' yang berarti 'berbentuk ginjal' di Greenland.

Pada mulanya, Denmark dan Kanada tidak mengetahui klaim masing-masing atas pulau tersebut. Keduanya baru mendapati situasi canggung itu dalam pertemuan bilateral pada 1971 yang membahas batas-batas teritorial mereka.

Para pejabat, ilmuwan, dan tentara dari kedua negara mulai mengunjungi pulau itu sejak 1980-an. Mereka bergantian menurunkan bendera tetangganya lalu mengibarkan benderanya sendiri.

Para pengunjung bahkan telah memulai tradisi unik. Warga Kanada meninggalkan sebotol wiski, sedangkan warga Denmark meninggalkan sebotol schnapps untuk satu sama lain di pulau itu.

Pada 2018, kedua negara memutuskan untuk membentuk kelompok kerja bersama untuk menyelesaikan perselisihan.

Keputusan itu mengakhiri kebijakan 'setuju untuk tidak setuju' selama beberapa dekade. Hasil kesepakatan itu akan ditandatangani oleh menteri dari kedua negara secara resmi usai persetujuan parlemen.

Dengan kesepakatan itu, Kanada dan Denmark menetapkan perbatasan laut terpanjang di dunia, yakni sepanjang 3.882 kilometer. Perbatasan itu membentang dari Laut Lincoln di Utara hingga Laut Labrador di Selatan.