Akibat Perang Saudara 10 Juta Warga Sudan Terpaksa Mengungsi

11 Juni 2024 15:20 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Warga Sudan Selatan yang melarikan diri dari Sudan duduk di luar klinik nutrisi di pusat transit di Renk, Sudan Selatan, (16/5/2023). Foto: Sam Mednick/AP Photo
zoom-in-whitePerbesar
Warga Sudan Selatan yang melarikan diri dari Sudan duduk di luar klinik nutrisi di pusat transit di Renk, Sudan Selatan, (16/5/2023). Foto: Sam Mednick/AP Photo
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Jumlah pengungsi internal Sudan akibat perang saudara telah mencapai lebih dari 10 juta jiwa. Seperempat populasi negaranya itu telah meninggalkan rumah mereka. Hal tersebut dikatakan badan migrasi PBB kepada The Associated Press pada Senin (10/6).
ADVERTISEMENT
Menurut Juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi, Mohammedali Abunajela, lebih dari 2 juta lainnya telah diusir ke luar negeri. Sebagian besar diungsikan ke negara tetangga Chad, Sudan Selatan, dan Mesir,
IOM mengatakan, pengungsi internal itu termasuk 2,8 juta orang yang meninggalkan rumah mereka sebelum perang ini dimulai.
Direktur Jenderal Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) Amy Pope berbicara saat konferensi pers di markas besar PBB Eropa di Jenewa, Swiss (2/10/2023). Foto: Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP
"Bayangkan sebuah kota seukuran London menjadi pengungsi. Memang seperti itu, namun hal ini terjadi dengan ancaman baku tembak yang terus-menerus, disertai kelaparan, penyakit, dan kekerasan brutal berbasis etnis dan gender," kata Direktur Jenderal IOM, Amy Pope, seperti dikutip dari AP.
Konflik di Sudan dimulai pada April 2023. Ketegangan berdarah itu melibatkan Militer Sudan melawan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF).
Awalnya perang saudara terpusat di ibu kota Khartoum. Akan tetapi, kini perang saudara meluas ke wilayah lain di negara Afrika itu.
ADVERTISEMENT
Perang tersebut telah menghancurkan Sudan, menewaskan lebih dari 14 ribu orang dan melukai ribuan lainnya. Tragedi ini juga mendorong warga Sudan ke ambang kelaparan.
Mei lalu, badan pangan PBB memperingatkan pihak-pihak yang bertikai bahwa ada risiko serius kelaparan dan kematian yang meluas di wilayah barat Darfur dan tempat lain di Sudan, jika mereka tidak mengizinkan bantuan kemanusiaan.
Pope menyerukan tanggapan dari komunitas internasional. Ia juga mengatakan, kurang dari seperlima dana yang diminta IOM untuk tanggapan tersebut telah disalurkan.
Jika digabungkan antara jumlah pengungsi dan pengungsi internal, sedikitnya seperempat dari 47 juta penduduk Sudan telah mengungsi.