Aksi Balas Dendam Tawuran Geng Romusha Vs Geng Pesing, Satu Orang Kritis

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru (tengah) saat konferensi pers penangkapan pelaku tawuran. Foto: Dok. Polres Jakbar
zoom-in-whitePerbesar
Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru (tengah) saat konferensi pers penangkapan pelaku tawuran. Foto: Dok. Polres Jakbar

Geng Romusha dan Geng Pesing terlibat tawuran di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Dua kelompok itu bentrok pada Minggu (5/7) dini hari yang mengakibatkan satu orang kritis karena luka bacok.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru mengatakan jajarannya telah menangkap 6 tersangka terkait aksi tawuran tersebut. Mereka dicokok tidak lama setelah bentrokan selesai.

"Kami sudah mengamankan enam orang pelaku yakni RR (23), BO (17), MAS (15), BAS (16), UF (17), AHA (30)," kata Audie dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/7).

Audie menjelaskan tawuran yang terjadi merupakan aksi balas dendam. Sebelum bentrokan pecah pada 5 Juli lalu, dua kelompok tersebut sudah terlibat pertikaian.

Barang bukti dihadirkan saat konferensi pers penangkapan pelaku tawuran di Polres Jakarta Barat. Foto: Dok. Polres Jakbar

Dalam pertemuan pertama itu seorang anggota Geng Pesing terkena bacok di pinggang sebelah kanan. Tindakan itu dibalas yang berujung satu anggota Geng Romusha kritis di RSCM karena terkena luka bacok.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren AKP Mubarok yang menangkap para pelaku mengatakan, polisi menyita sejumlah barang bukti senjata tajam saat penangkapan. Senjata-senjata itu digunakan untuk tawuran.

"Adapun barang bukti yang kita amankan antara lain dua bilah celurit, satu bilah parang sebilah parit, satu buah plat berbentuk gergaji," kata Mubarok.

embed from external kumparan

Dari pemeriksaan polisi diketahui senjata tajam itu disediakan oleh salah satu tersangka. Dari hasil tes urine beberapa tersangka positif mengkonsumsi narkoba.

Polisi masih mengejar para pelaku tawuran lainnya. Selain itu juga mencari tahu asal narkoba yang dikonsumsi para tersangka.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)