Aksi Damai Bela Palestina Digelar di Depan Kedubes AS

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi damai bela Palestina di Depan Dubes AS, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (7/9/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aksi damai bela Palestina di Depan Dubes AS, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (7/9/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Aksi damai bela Palestina bertajuk “Jakarta Hingga Gaza: Keadilan untuk Kemanusiaan Semesta” digelar di depan Kedubes Amerika Serikat (AS) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu (7/9) sore.

Pantauan kumparan di lokasi, ada puluhan orang yang berpartisipasi dalam aksi tersebut. Massa yang hadir tampak mendirikan tenda serta memasang spanduk bertuliskan tuntutan atas 700 hari genosida di Palestina.

Massa aksi terlihat membawa bendera Palestina dan juga terlihat membawa poster-poster dengan berbagai pesan, seperti “Don’t Stop Talking About Palestine”, “Suspend Israel from the UN”, hingga foto jurnalis yang menjadi korban konflik di Gaza.

Aksi damai bela Palestina di Depan Dubes AS, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (7/9/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Massa aksi juga secara bergantian melakukan orasi, membacakan puisi, hingga melakukan tabur bunga sebagai simbol solidaritas. Seletah itu, aksi dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama dan aksi simbolis menyalahkan lilin.

Meski aksi berlangsung di jalan protokol, arus lalu lintas di sekitar kawasan Medan Merdeka Selatan tetap terpantau lancar. Tidak ada penutupan jalan maupun rekayasa lalu lintas dari aparat kepolisian.

Aksi damai bela Palestina di Depan Dubes AS, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (7/9/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Aksi ini digelar dalam konteks krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. Data terkini menyebutkan, sejak Oktober 2023 jumlah korban jiwa di Gaza telah melampaui 64.300 orang, sementara hampir 161.200 lainnya mengalami luka berat.

Kondisi semakin diperparah dengan blokade yang menimbulkan kelaparan, hingga ratusan orang termasuk anak-anak meninggal dunia karena malnutrisi.

Melalui aksi ini, massa aksi menekan dukungan internasional, khususnya pemerintah Indonesia, untuk lebih mengeskalasi dukungan terhadap Gaza.