Aksi Heroik Ibu dari Maluku Tengah, Panjat Tower 72 Meter Buat Copot Bendera RMS

Kisah heroik dan kental dengan semangat nasionalisme datang dari Negeri Aboru, Kabupaten Maluku Tengah. Seorang ibu bernama Welhemina Rumra/Sinay, memanjat tower setinggi 72 meter untuk menurunkan bendera Republik Maluku Selatan (RMS).
Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh XV/Pattimura, aksi Welhemina dilakukan atas dorongan pribadi karena merasa terusik dengan berkibarnya bendera RMS di wilayahnya. Dia merasa, pengibaran bendera itu tidak hanya meresahkan warga, tetapi juga berpotensi mencoreng perjuangan masyarakat Aboru yang menginginkan kedamaian dan tidak larut dalam isu separatisme masa lalu.
Saat menurunkan bendera tersebut, Welhemina naik power tanpa alat pengaman. Aksi nekatnya ini bukan hanya keberanian saja, tetapi membawa pesan penting terkait situasi di Aboru.
Lanjut keterangan XV/Pattimura, hal ini menunjukkan bahwa narasi seluruh warga mendukung gerakan separatis adalah keliru, bahkan mayoritas masyarakat justru menolak keras propaganda yang selalu digaungkan.
Sebagai ibu dari calon prajurit TNI, Welhemina ingin memastikan masa depan anak-anak Aboru tidak terganggu oleh provokasi oknum yang memanfaatkan isu RMS untuk kepentingan tertentu.
"Beta berdiri dan beta berdoa di tiang itu, lalu beta naik tower itu, 72 meter, sampai beta naik di atas, beta buka bendera, beta putus, sempat beta punya tangan ini berdarah, karena beta putus tali rapia toh, ketika beta ambil bendera, beta kasih turun," kata Welhemina dalam keterangan video yang kumparan terima.
Penolakan terhadap simbol terlarang bukan lagi sekadar instruksi aparat, melainkan murni tumbuh dari kesadaran dan kehendak masyarakat lokal yang jenuh dengan isu separatisme.
Pangdam XV/Pattimura kemudian mengapresiasi keberanian dan komitmennya menjaga ketenteraman wilayah Aboru dari propaganda pihak yang tidak bertanggung jawab.
