Aksi Jemaat Gereja di Jaktim Tanam 600 Pohon untuk Tekan Polusi Udara

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi masyarakat menanam pohon penyerap polusi di Jalan Balai Pustaka Baru, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (12/10/2019). Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aksi masyarakat menanam pohon penyerap polusi di Jalan Balai Pustaka Baru, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (12/10/2019). Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Ratusan jemaat Gereja Katolik Rumah Kudus Rawamangun yang tergabung dalam Paroki Rawamangun, bersama masyarakat sekitar, menggelar aksi penanaman pohon. Penanaman pohon penyerap polusi ini dilakukan di Balai Pustaka Baru, Rawamangun, Jakarta Timur (Jaktim).

Sebanyak 600 bibit pohon penyerap polusi ditanam. Jenis pohon yang ditanam mulai dari Tabebuya, Bougenville Palm, dan Sansevieria. Aksi tanam pohon kali ini diikuti oleh jemaat dari beragam usia, mulai dari orang tua, muda, hingga anak-anak.

Aksi masyarakat menanam pohon penyerap polusi di Jalan Balai Pustaka Baru, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (12/10/2019). Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Pastor Gereja Katolik Rumah Kudus Rawamangun, Romo Yulius Edianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka Pesta Emas Paroki Rawamangun. Melalui aksi ini, komunitasnya sedang memulai upaya penyadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup.

“Tema perayaan Pesta Emas adalah ‘semakin beriman semakin terbuka’. Artinya kita harus semakin bisa terlibat dalam segala permasalahan permasyarakatan, termasuk dalam hal lingkungan hidup,” kata Yulius di lokasi aksi, Sabtu (12/10).

Aksi masyarakat menanam pohon penyerap polusi di Jalan Balai Pustaka Baru, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (12/10/2019). Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Yulius dan para jemaatnya menyadari betapa tingkat pencemaran udara di Jakarta tinggi. Ia dan komunitasnya merasa perlu berperan serta dalam mengatasi persoalan tersebut.

“Seperti dirasakan, kita lihat dan memang katanya Jakarta semakin berpolusi dengan asap atau dengan yang lain. Dan inilah tanggung jawab kita semua,” katanya.

Ia melanjutkan, jemaatnya memiliki konsentrasi terhadap persoalan lingkungan hidup. Perhatian itu dijalankan dengan menghadirkan program bank sampah sebagai bagian tak terpisahkan dari kegiatan ibadah di gereja.

Aksi masyarakat menanam pohon penyerap polusi di Jalan Balai Pustaka Baru, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (12/10/2019). Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

“Kita banyak kegiatan di sini selain hari ini penanaman pohon, juga kita ada bank sampah. Kita mengajak umat untuk mulai membuat kebiasaan baru, memilah-milah sampah, agar bisa diolah lagi. Dah itu adalah sebenarnya bagian dari iman juga,” katanya.

Selain penanaman pohon, kegiatan kali ini juga diisi dengan uji emisi, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI, serta unsur pemerintah Kota Jaktim.

Aksi masyarakat menanam pohon penyerap polusi di Jalan Balai Pustaka Baru, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (12/10/2019). Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Asisten Wali Kota Jaktim Bidang Lingkungan Hidup, Sofyan, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampikan apresiasinya atas gerakan jemaat Paroki Rawamangun. Ia berharap, apa yang dilakukan itu menjadi contoh bagi gereja-gereja lain, khususnya di Jakarta Timur dan masyarakat secara lebih luas.

“Upaya-upaya seperti ini kita berharap berkelanjutan. Hari ini dimotori oleh gereja kudus dalam rangka menyambut pesta emas. Saya berharap gereja kudus ini menjadi leader bagi gereja yang lain untuk melakukan hal yang sama,” tutur Sofyan.