Aksi Mulia Warga di Bali Sediakan Internet Gratis untuk Pelajar Belajar Online

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fasilitas wifi tersedia bagi pelajar di Banjar Petangan Gede, Ubung Kaja di Jalan Cokroaminoto, Kota Denpasar, Bali. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Fasilitas wifi tersedia bagi pelajar di Banjar Petangan Gede, Ubung Kaja di Jalan Cokroaminoto, Kota Denpasar, Bali. Foto: Dok. Istimewa

Guyub warga Banjar Petangan Gede, Ubung Kaja di Jalan Cokroaminoto, Kota Denpasar, Bali, dalam membantu para pelajar layak mendapatkan apresiasi.

Mereka kompak gotong royong agar anak-anak bisa tetap belajar secara online di tengah pandemi virus corona. Para pelajar diberikan akses internet gratis selama 24 jam.

Kelian Banjar Petangan Gede, I Ketut Sumandi, mengatakan akses internet gratis ini berawal dari pengadaan internet di Banjar bagi pejabat desa adat untuk mengakses informasi daring penanganan COVID-19 di Kota Denpasar.

Pengadaan internet gratis itu bersumber dari dana pecalang atau aparat keamanan desa adat yang dikumpulkan secara sukarela dari warga Banjar untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

"Pas saya keliling-keliling banjar, saya dengar ada ibu-ibu dan anak-anak mereka yang mengeluhkan kuota internet untuk belajar. Mereka kesulitan ekonomi atau internetnya lambat diakses, jadi kami dari desa lalu berembuk bagaimana agar anak-anak bisa tetap belajar, kita support," kata Sumandi saat dihubungi, Kamis (23/7).

Sejumlah siswa belajar di Banjar Petangan Gede, Ubung Kaja di Jalan Cokroaminoto, Kota Denpasar, Bali. Foto: Dok. Istimewa

Dari hasil diskusi, para pejabat sepakat agar para pelajar bisa mengakses internet gratis mulai Senin (20/7) di Banjar Petangan. Namun akses internet dibatasi sampai 20 orang secara bergantian dengan didampingi orang tua sebagai pengawas bagi anak di bawah umur.

Pengunjung juga wajib menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona. Di antaranya, pelajar dan orang tua wajib berkunjung dengan memakai masker selama proses belajar, mencuci tangan di area yang telah disiapkan di pintu masuk banjar.

Kemudian menyemprotkan tangan dengan cairan antiseptik dan menjaga jarak sosial antar pelajar 1,5 meter. Warga juga wajib menjaga kebersihan area Banjar.

Sejumlah siswa belajar di Banjar Petangan Gede, Ubung Kaja di Jalan Cokroaminoto, Kota Denpasar, Bali. Foto: Dok. Istimewa

Selain itu, setiap malam banjar akan dibersihkan dengan cairan disinfektan. Pagi harinya akan dipel oleh pecalang.

Ruang area antre juga disiapkan dengan sekat-sekat mencegah interaksi warga berkepanjangan.

"Kita masih beri akses kepada pelajar warga Banjar Petangan saja karena wilayah kita masih zona merah dan mencegah terjadinya kerumunan warga," ucap Sumandi.

kumparan post embed

Antusias Para Pelajar di Banjar, Bali Menikmati Layanan Internet Gratis Sangat Besar

Antusias pelajar ternyata besar. Setiap hari pelajar dari TK hingga SMP tidak pernah absen sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WITA. Selanjutnya, siswa SMA dan kuliahan.

Kini perkembangan proses belajar di sana semakin berkembang. Meja, kursi hingga camilan dipenuhi sumbangan dari warga. Dua warga Banjar yang juga pengajar menawarkan diri sebagai pendidik agar orang tua tetap bisa bekerja.

Sejumlah siswa belajar di Banjar Petangan Gede, Ubung Kaja di Jalan Cokroaminoto, Kota Denpasar, Bali. Foto: Dok. Istimewa

Setiap Senin, Rabu, dan Sabtu anak didik TK hingga SMP bisa belajar matematika hingga bahasa Inggris.

"Para pecalang sesekali berkeliling di antara pelajar ini mengecek betul apa dia belajar. Nanti malah main game kan ini dilarang atau akses hal-hal. aksesnya hanya untuk belajar atau kirim tugas," imbuh Sumandi.

Sumandi mengaku, akses internet ini hanya berlaku hingga satu tahun. Dia berharap ke depan ada relawan yang memberi bantuan agar murid tetap bisa belajar di banjar.

"Belajar di Banjar ini juga bisa jadi upaya salah satu agar anak disiplin menjalankan protokol kesehatan. Saat nanti adaptasi kebiasaan baru dan sekolah dimulai saya berharap mereka bisa beradaptasi di luar rumah disiplin pakai masker, cuci tangan, jaga jarak. Kita harus bisa beradaptasi," imbuh dia.