Aksi Pro-demokrasi di Thailand, Demonstran Samakan PM dengan Pinokio

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi unjuk rasa di Thailand. (Foto: AFP/Lillian Suwanrumpha)
zoom-in-whitePerbesar
Aksi unjuk rasa di Thailand. (Foto: AFP/Lillian Suwanrumpha)

Empat tahun berkuasa di Thailand, pemerintah junta militer yang dipimpin Perdana Menteri Prayuth Chan-O-Cha berhadapan dengan demonstrasi besar.

Ratusan mahasiswa di sejumlah universitas di Bangkok pada Selasa (22/5) bersiap turun ke jalan untuk mendemo pemerintahan junta Militer.

Sepanjang malam sejak Senin (21/5) kurang lebih 200 mahasiswa berkemah di Universitas Thammasat untuk bersiap menggelar demo. Mereka membawa spanduk dan selebaran bergambar PM Prayuth dengan hidung pinokio.

Aksi unjuk rasa di Thailand. (Foto: AFP/Lillian Suwanrumpha)
zoom-in-whitePerbesar
Aksi unjuk rasa di Thailand. (Foto: AFP/Lillian Suwanrumpha)

Demonstran mengaku, Prayuth tak ubahnya pinokio. Sebab, kepala pemerintahan Thailand itu dinilai kerap melanggar janji untuk mengembalikan demokrasi.

"Kami mau pemilu, tidak ada yang bisa menjamin pemilu akan digelar pada Febuari mendatang," sebut seorang demonstran Anuthee Dejthevaporn, seperti dikutip dari AFP, Selasa (22/5).

"Jika dia memilih menggunakan kekerasan untuk melawan kami, maka kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi," sambung dia.

Aksi unjuk rasa di Thailand. (Foto: AFP/Jewel Samad)
zoom-in-whitePerbesar
Aksi unjuk rasa di Thailand. (Foto: AFP/Jewel Samad)

Prayuth berkuasa di Thailand sejak menumbangkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra pada 2014 lalu lewat sebuah kudeta.

Sejak itu, Prayuth yang merupakan Panglima Militer Thailand, membatasi kebebasan berpendapat dan berpolitik di Negeri Gajah Putih.

Untuk meredakan tensi politik Prayuth berjanji menggelar pemilu Febuari 2019 mendatang. Namun, kelompok oposisi serta mantan pendukungnya meragukan janji tersebut akan ditepati.

Dilansir AFP, kekuasaan Prayuth di Thailand sulit digoyahkan karena beberapa faktor. Salah satu yang utama adalah dukungan loyalis Kerajaan Thailand yang masih terus diberikan kepada Prayuth dan militer.