Aksi Tenaga Medis di Semarang Simulasikan Penanganan Virus Corona

RSUP dr Kariadi Semarang menggelar simulasi penanganan pasien yang diduga terinfeksi virus corona. Aksi simulasi itu diikuti belasan petugas medis dengan pakaian pelindung kimia lengkap beserta masker, kacamata, dan sarung tangan.
Simulasi yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB itu digelar di 3 lokasi. Yakni Pelabuhan Tanjung Emas, Bandara Internasional Ahmad Yani, dan RSUP dr Kariadi.
Simulasi dengan standar medis untuk penanganan virus menular dan berbahaya itu berakhir sekitar pukul 13.00 WIB. Pihak RSUP dr Kariadi menggandeng Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dalam simulasi tersebut.
Tak hanya di Semarang, simulasi penanganan virus corona juga akan dilakukan di beberapa kota lain di Jawa Tengah seperti Solo dan Purwokerto. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, dr Yulianto Prabowo, mengatakan sejumlah rumah sakit yang jadi rujukan untuk penanganan virus corona sudah siap.
"Besok Jumat (31/1) RS Moewardi Solo juga simulasi untuk jaringan, juga melibatkan Bandara Adi Soemarmo dan fasilitas kesehatan Solo Raya. Selanjutnya akan jadwalkan daerah Purwokerto," tegas Yulianto saat menghadiri Simulasi Penanganan Airborne/Global Disease di RSUP dr Kariadi, Kamis (30/1).
Yulianto mengatakan, setidaknya ada 10 rumah sakit kelas B tersebar di Jateng bagi penanganan kasus virus corona.
"Kami sudah tunjuk 10 rumah sakit kelas B di Jawa Tengah, yang dulunya juga jadi rujukan penanganan flu burung. Ada salah satunya di Semarang, Magelang, Kudus dan Solo," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr Kariadi, Agoes Oerip Poerwoko SpOG (K) MARS menjelaskan, sebagai rumah sakit rujukan tipe A pihaknya harus siap bila sewaktu-waktu menerima pasien dalam jumlah cukup banyak.
"Simulasi ini kita pakai beberapa skenario, ada yang datang dari bandara, kita tangani bagaimana saat terjadi di bandara sampai dengan dibawa ke IGD. Termasuk skenario bila ruang isolasi IGD penuh maka akan ditangani terlebih dulu dalam ambulans," kata Agoes.
Sementara itu, terkait satu pasien yang sebelumnya dirawat di RSUP dr Kariadi dengan indikasi virus corona, telah dipulangkan pada Rabu (29/1). Musababnya, hasil laboratorium dan hasil klinis tidak menunjukkan gejala terinfeksi virus corona. Sedangkan pasien di RS Margono, Purwokerto, masih dirawat.
"Rencana dalam satu dua hari ini, (bila) kondisinya baik, secara klinis tidak batuk dan tidak panas (bisa pulang)," ujar Yulianto
Pasien di RS Margono Purwokerto tersebut, kata Yulianto, adalah Warga Negara Asing asal China yang merupakan keluarga dari Tenaga Kerja Asing pekerja di proyek PLTU Cilacap.
"Di Margono mulai (dirawat) tanggal 26 Januari. Artinya sudah dirawat sekitar 4-5 hari. Pertimbangannya klinis, belum lewati 7 hari. Virus ini kan self limited, sebelum 7 hari harus waspada dan observasi dan tunggu perkembangan pasien. Tapi kondisinya baik," tegasnya.
