Aktivis Global Sumud Flotilla yang Ditangkap Israel Ditahan di Penjara Ketziot
·waktu baca 2 menit

Ratusan aktivis yang tergabung dalam pelayaran Global Sumud Flotilla menjalani interogasi selama hampir 24 jam. Kabar terbaru, seluruh aktivis kini dipindahkan dan ditahan di Penjara Ketziot yang terletak di Gurun Negev, sekitar 30 kilometer dari perbatasan Gaza dan Mesir.
Salah satu pengacara Adalah, Suhad, mengkonfirmasi laporan itu. Dia mengatakan pengacara Adalah mendampingi seluruh aktivis selama interogasi dan akan kembali menemui mereka di penjara.
"Kami ingin meyakinkan para keluarga aktivis bahwa semua peserta dalam keadaan baik dan semangat mereka sangat tinggi," kata Suhad dalam keterangannya, Jumat (3/10).
Adalah merupakan organisasi HAM dan pusat bantuan hukum yang berbasis di Haifa, Israel. Sejak berdiri pada 1996, Adalah fokus memperjuangkan hak-hak warga Palestina di Israel maupun wilayah pendudukan. Dalam bahasa Arab, Adalah berarti keadilan.
Penjara Ketziot dikenal sebagai salah satu fasilitas penahanan terbesar milik Israel. Penjara ini kerap digunakan untuk menahan warga Palestina, termasuk mereka yang ditahan secara administratif tanpa dakwaan resmi. Ketziot sudah lama menjadi sorotan organisasi HAM karena kondisi keras di dalamnya.
Saat ini, lebih dari 450 aktivis Global Sujud Flotilla ditangkap Israel. 42 kapal juga disita oleh Israel.
Greta Thunberg, Thiago Avilla, dan Madlan Mandela ikut ditangkap oleh Israel. Sebanyak 23 aktivis Malaysia juga ditangkap, dan dapat perhatian khusus dari Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
