Aktivis GSF yang Ditahan Israel Tiba di Turki Usai Dideportasi: Kami Dipukuli
·waktu baca 3 menit

Israel telah mendeportasi semua aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) yang mereka tangkapi pada Senin (18/5). Rombongan pertama para aktivis ini tiba di Turki, pada Kamis (21/5).
Mereka semua mengenakan setelan abu-abu. Celana training-sweater lengan panjang abu-abu. Hampir semua aktivis mengenakan keffiyeh, kain tradisional Timur Tengah yang kerap diasosiasikan dengan perjuangan Palestina.
Dilansir AFP, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan ada 422 aktivis yang ditahan Israel, 85 di antaranya warga negara Turki. Mereka diterbangkan dari Israel dengan pesawat yang dicarter oleh Turki.
Lalu, saat mereka tiba di Istanbul, mereka disambut para pendukung yang mengibarkan bendera Palestina.
"Militer Israel menyerang kami, kami dipukuli, tak peduli perempuan atau laki-laki. Itu adalah yang dialami rakyat Palestina sepanjang waktu," kata salah satu aktivis asal Turki, Bulal Kitay, sesaat setelah ia turun dari pesawat.
Lalu, salah satu aktivis lagi juga menyerukan pengalamannya saat ditahan Israel.
"Rakyat Palestina tidak sendiri! Kami disiksa, kami dipukuli, kami ditangkap di perairan internasional, dan kami tak menyerah. Kami akan kembali, Palestina akan merdeka. From the river to the sea!," kata salah satu aktivis itu.
Sementara itu, Adalah, lembaga hukum non-profit yang membantu para aktivis yang ditahan Israel itu mengatakan, mayoritas para aktivis telah dideportasi dari bandara Ramon di selatan Israel.
Adalah menjelaskan, setelah ditangkap, mereka ditahan di penjara Ktziot di Gurun Negev, dekat Gaza.
Aktivis WNI Sedang Dalam Tahap Pemulangan
Pada pelayaran GSF kali ini, sejumlah WNI turut serta. Mereka juga ikut ditangkap oleh militer Israel. Menlu RI Sugiono memastikan, bahwa 9 WNI itu telah dibebaskan dan kini dalam proses pemulangan via Turki.
“Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa sembilan warga negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0, saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke tanah air,” kata Sugiono dalam keterangannya, Kamis (21/5).
Berikut adalah WNI yang ditangkap Israel, sesuai data dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI):
Thoudy Badai (Jurnalis Republika) - Kapal Ozgurluk
Rahendro Herubowo (sebelumnya tercantum Rahendro adalah jurnalis iNews namun Pemred iNews Aiman Witjaksono menyatakan Rahendro telah resign dari iNews pada Agustus 2022) - Kapal Ozgurluk
Bambang Noroyono (Jurnalis Republika) - Kapal Boralize
Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis TV Tempo) - Kapal Ozgurluk
Andi Angga (Aktivis) - Kapal Josef
Herman Budiyanto Sudarsono (Aktivis) - Kapal Zafiro
Ronggo Wirasano (Aktivis) - Kapal Zafiro
Asad Aras Muhammad (GPCI) - Kapal Kasr-1
Hendro Prasetyo (GPCI) - Kapal Kasr-1
