Aktivitas Kegempaan Meningkat, Status Gunung Talang di Solok Naik Jadi Waspada
·waktu baca 2 menit

Aktivitas kegempaan vulkanik di Gunung Talang, Solok, Sumatera Barat meningkat, Rabu (10/12). Hal ini terkait dengan gempa 4,7 Magnitudo di sekitarnya dini hari tadi.
"Pada tanggal 10 Desember 2025 pukul 02:48:27 WIB terjadi gempa bumi tektonik, M 4.7, lokasi 0.99o LS dan 100.71o BT pada kedalaman 10 km, pada jarak 18 km dari Kota Solok, Sumatera Barat," demikian keterangan Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
"Usai kejadian gempa bumi tektonik ini, sampai pukul 09.00 WIB, terekam Gempa Vulkanik Dalam sebanyak 227 kali kejadian."
Dengan ini, PVMBG menaikkan status gunung api tersebut menjadi Level II (Waspada).
"Berdasarkan pengamatan visual dan aktivitas kegempaan sampai 10 Desember 2025, maka tingkat aktivitas Gunung Talang dinaikkan dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada) pada 10 Desember 2025 pukul 10.00 WIB," kata PVMBG.
PVMBG menjelaskan, kemunculan swarm selama tahun 2025 telah terjadi 4 kali. Yaitu pada 8 April, 25 Juli, 23 September dan 9 Oktober.
"Pemunculan Gempa Vulkanik Dalam mengindikasikan adanya migrasi atau perpindahan magma dari kantong magma dalam ke arah permukaan," jelas PVMBG.
"Sedangkan pemunculan fenomena swarm adalah indikator akan ketidakstabilan kondisi vulkanik yang terkadang diikuti oleh erupsi."
Berikut rekomendasi PVMBG terkait peningkatan aktivitas Gunung Talang:
1. Masyarakat di sekitar Gunung Talang dan pengunjung/wisatawan tidak mendekati dan bermalam di sekitar kawah G. Talang (Kawah Selatan dan Kawah Utama) dalam radius 2 km (Lampiran 4).
2. Masyarakat di sekitar Gunung Talang dan pengunjung/wisatawan mewaspadai potensi longsor di kawasan Kawah Selatan G. Talang.
Tingkat aktivitas Gunung Talang akan segera ditinjau kembali jika terdapat perubahan visual maupun kegempaan yang signifikan.
