Al Jazeera Bantah Tuduhan Netanyahu Jurnalis Anas Al-Sharif Anggota Hamas
·waktu baca 2 menit

Israel melancarkan serangan terarah di Gaza City yang menewaskan lima jurnalis Al Jazeera. Militer Israel mengeklaim para korban, khususnya jurnalis Anas Al-Sharif, adalah anggota Hamas--klaim yang langsung dibantah tegas oleh Al Jazeera.
Mengutip Reuters, Senin (11/8), militer Israel mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan menuduh Al-Sharif sebagai anggota Hamas untuk membenarkan aksinya.
"Anas Al Sharif menjabat sebagai kepala sel teroris di organisasi teroris Hamas dan bertanggung jawab atas serangan roket terhadap warga sipil Israel dan pasukan IDF," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.
Dalam unggahan di media sosial X milik media nasional Israel @ArutzSheva_En, nama Al-Sharif ditampilkan sebagai anggota Hamas lengkap dengan nomor keanggotaan militer kelompok tersebut. Unggahan itu juga memuat narasi klaim IDF.
"Beberapa waktu lalu, di Gaza City, IDF menyerang teroris Anas Al-Sharif, yang menyamar sebagai jurnalis jaringan Al Jazeera. Al-Sharif menjabat sebagai kepala sel teroris Hamas dan bertanggung jawab atas serangan roket terhadap warga sipil Israel dan pasukan IDF," bunyi unggahan tersebut.
Al Jazeera pun membantah keras tuduhan itu, menyebutnya sebagai upaya putus asa untuk membungkam suara kebenaran di Gaza.
"[Serangan Israel itu adalah] upaya putus asa untuk membungkam suara-suara di tengah rencana pendudukan Gaza," tulis Al Jazeera dalam keterangannya.
Media itu juga menyebut Al-Sharif sebagai salah satu jurnalis paling berani di Gaza.
Tuduhan Israel kepada Al-Sharif sendiri bukan pertama kalinya terjadi. Pada Juli lalu, Al Jazeera juga mengeluarkan pernyataan serupa setelah Al-Sharif menerima ancaman terkait liputannya di Gaza, yang oleh pihak Israel disebut sebagai “informasi berbahaya.”
"Al Jazeera Media Network mengecam keras dan mengecam upaya tanpa henti ini, yang secara konsisten telah menghasut stafnya sejak awal liputannya tentang perang Israel yang sedang berlangsung di Gaza. Jaringan tersebut menganggap hasutan ini sebagai upaya berbahaya untuk membenarkan penargetan jurnalisnya di lapangan," tulis pernyataan Juli lalu.
Bahkan sejak Israel menetapkan Al-Sharif sebagai teroris, Al Jazeera telah mengecam tuduhan itu sebagai tidak berdasar.
"Al Jazeera dengan tegas menolak penggambaran pasukan pendudukan Israel terhadap jurnalis kami sebagai teroris dan mengecam penggunaan bukti palsu," tegas jaringan tersebut saat itu.
Anas Al-Sharif tewas bersama empat rekannya dalam serangan rudal yang menghantam tenda wartawan di luar gerbang utama Rumah Sakit al-Shifa, Gaza City, pada Minggu (10/8) malam waktu setempat.
Selain Al-Sharif, korban tewas lainnya adalah koresponden Mohammed Qreiqeh dan tiga operator kamera: Ibrahim Zaher, Mohammad Noufal, serta Moamen Aliwa.
