Alarm SOS KRL Bogor Line Berbunyi, Ternyata Tak Sengaja Dipencet Penumpang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana kepadatan penumpang rangkaian KRL Commuter Line rute Rangkasbitung-Tanah Abang (Green Line) di Stasiun Tanah Abang, Selasa (13/10/2026). Foto: Akbar Mubarak/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana kepadatan penumpang rangkaian KRL Commuter Line rute Rangkasbitung-Tanah Abang (Green Line) di Stasiun Tanah Abang, Selasa (13/10/2026). Foto: Akbar Mubarak/kumparan

Alarm tanda darurat atau SOS di dalam rangkaian Commuter Line relasi Bogor-Jakarta Kota berbunyi pada Kamis (22/10) pagi. KAI Commuter menyebut alarm tersebut terpicu akibat ketidaksengajaan seorang penumpang yang menekan tombol darurat saat mencari pegangan tangan di dalam kereta.

Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, peristiwa itu terjadi di Commuter Line nomor 1219 yang melayani perjalanan Bogor-Jakarta Kota.

“Menanggapi video viral terkait terdengarnya alarm atau tanda darurat (SOS) di dalam rangkaian Commuter Line, dapat kami sampaikan bahwa kejadian tersebut merupakan ketidaksengajaan salah seorang pengguna yang menekan tombol darurat saat mencari pegangan di dalam rangkaian Commuter Line No. 1219 relasi Bogor-Jakarta Kota pada Kamis pagi, (22/10),” kata Leza dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/10).

Leza menjelaskan, bunyi alarm tersebut langsung direspons petugas pengamanan Kereta Api atau PAM Walka. Petugas menuju kereta kelima dalam rangkaian untuk memastikan penyebab alarm dan memeriksa kondisi di dalam kereta.

“Hasilnya, petugas memastikan tidak terjadi keadaan darurat atas alarm indikasi SOS tersebut,” ujarnya.

Setelah rangkaian tiba di Stasiun Jakarta Kota, petugas perawatan sarana kemudian menindaklanjuti alarm yang berbunyi dengan mematikannya.

Leza menegaskan, petugas telah menjalankan prosedur operasional standar (SOP) tanggap darurat setelah alarm SOS terindikasi aktif. Prosedur tersebut mencakup respons cepat, verifikasi, pengecekan kondisi, hingga pengaturan ulang sinyal alarm.

“Atas kejadian itu, KAI Commuter menegaskan bahwa petugas di dalam perjalanan sudah melakukan SOP tanggap darurat dari indikasi alarm SOS tersebut. Mulai dari merespons cepat, melakukan verifikasi dan pengecekan, hingga reset terhadap sinyal alarm,” kata Leza.

KAI Commuter juga mengimbau penumpang agar menggunakan fasilitas layanan, termasuk fasilitas darurat, sesuai kebutuhan. Imbauan ini disampaikan agar fasilitas tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya ketika benar-benar dibutuhkan.

Selain itu, KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut karena bunyi alarm SOS berpotensi membuat penumpang lain di dalam kereta panik.

“Selain itu, sebagai pengelola moda transportasi ini, KAI Commuter juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut yang mungkin membuat panik pengguna lainnya di dalam kereta,” tutup Leza.