kumparan
6 Sep 2019 22:01 WIB

Alasan Alpat, Pembunuh yang Disewa Aulia Kesuma, Pura-pura Kesurupan

Tiga tersangka lain dalam kasus pembunuhan yang dilakukan Aulia Kesuma. Foto: Maulana ramadhan/kumparan
Polisi menetapkan tiga tersangka lagi dalam kasus pembunuhan berencana yang didalangi oleh Aulia Kesuma (45). Tiga orang itu adalah eks asisten rumah tangga (ART) Aulia, Karsini alias Tini (43), lalu suami Tini, RD alias Rodi (36), dan kerabat dekat AP alias Supriyanto alias Alpat (20).
ADVERTISEMENT
Kepada polisi, Alpat mengaku sempat takut melancarkan aksinya. Bahkan, ia sampai berpura-pura kesurupan agar tidak diikutkan dalam eksekusi Chandra alias Pupung Sadili (54) dan putranya M. Adi Pradana alias Dana (23).
"Saat ide (pembunuhan) sudah dianggap matang di mobil, Alpat berubah pikiran. Mungkin karena dia merasa takut dengan rencana ini, sehingga dia pura-pura kesurupan," ujar Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suyudi Ario Seto di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/9).
Suyudi mengungkapkan, saat itu Alpat menyampaikan ketakutannya ke tersangka Rodi, yang berperan sebagai pemberi ide eksekusi Pupung dan Dana. Akhirnya, Alpat tidak ikut lanjut mengeksekusi kedua korban.
"Hal ini disampaikan ke Rodi, sehingga (Alpat) diantar ke hotel di Kalibata. Sehingga Alpat tidak ikut lanjut dalam eksekusi, dilanjutkan Aulia, (pembunuh bataran) SG (Sugeng) dan AG (Agung)," jelas Suyudi.
Aulia Kesuma, otak pembunuhan mayat terbakar dalam mobil. Foto: Raga Imam/kumparan
Ironisnya, meski mengaku takut, polisi menyebut Alpat-lah yang memberikan ide bagaimana cara membakar jenazah Pupung dan Dana di dalam mobil.
ADVERTISEMENT
"Bahkan saudara AP yang memberikan ide-ide bagaimana cara membakar, kemudian juga memberi ide bagaimana membocorkan saluran bensin di mobil," papar Suyudi.
Dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Pupung dan Dana, polisi telah menetapkan tujuh orang tersangka. Mereka adalah Aulia Kesuma (45), istri sekaligus otak pembunuhan suami dan anak tirinya. Lalu ada keponakan Aulia, Geovanni Kelvin, dan dua eksekutor lapangan Muhammad Nursahid alias Sugeng dan Agus Kusmawanto alias Agus.
Sukabumi Update Foto: Sukabumi Update
Lalu ada sepasang suami istri Tini dan Rodi, yang mana Tini pernah bekerja sebagai ART-nya Aulia, lalu Alpat yang merupakan kerabat dekat keduanya.
Pembunuhan ini dilatarbelakangi utang bank yang membelit Aulia sebesar Rp 10 miliar untuk bisnis restoran. Aulia menjadi gelap mata karena suami dan anak tirinya tak mendukung melunasi utang dengan menjual rumah mereka di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
Kedua korban dibunuh dengan cara diberi minuman berisi obat tidur dan dibekap hingga tewas dengan kain beralkohol pada 23 Agustus 2019. Mayat Pupung dan Dana lalu dibawa ke Cidahu, Sukabumi, lalu mobil yang membawa mereka dibakar.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan