Alasan Duel Maut Siswa SMP di Cianjur: Ingin Terlihat Jagoan dan Gagah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi korban tawuran Foto: Muhammad Faisal Nu'man / kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi korban tawuran Foto: Muhammad Faisal Nu'man / kumparan

Aksi duel yang menewaskan seorang pelajar SMP di Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diketahui hanya untuk unjuk diri dan diakui sebagai jagoan.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Helmi Halimudin, mengatakan duel maut antara siswa dari dua sekolah itu sudah direncanakan sebelumnya.

"Mereka sebelumnya sudah janjian untuk berduel, keterangan ini kita dapat dari para siswa yang terlibat duel yang saat ini telah diamankan oleh pihak kepolisian. Hanya ingin terlihat jagoan dan gagah-gagahan saja," kata Helmi kepada kumparan, Kamis (24/7).

Dalam video viral yang merekam aksi duel itu, kata Helmi, tampak sejumlah pelajar saling pukul di atas Jembatan Parigi, Kecamatan Leles. Hingga akhirnya, dua pelajar tersungkur dan jatuh ke bawah jembatan.

"Korban tewas dengan sejumlah luka patah pada bagian tubuhnya, akibat terjatuh ke bawah jembatan yang debit airnya tengah surut. Korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan, Namun, karena kondisinya memburuk, kemudian dirujuk ke RSUD Sindangbarang," jelasnya.

Ilustrasi mayat anak-anak. Foto: Shutterstock

Helmi menambahkan, persoalan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak, dalam hal ini para orang tua siswa yang terlibat.

Namun demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian yang kini tengah menangani kasus tersebut.

Sementara itu, seorang warga setempat, Darwan, mengungkapkan lokasi Jembatan Parigi sangat sering dijadikan tempat berkelahi oleh para pelajar di wilayah itu.

"Karena kondisinya yang gelap, tidak ada penerangan jalan. Sangat sering terjadi, warga di sini sudah sangat resah dengan aksi perkelahian pelajar ini," ucap Darwan.

Darwan berharap, kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran dan efek jera agar para pelajar tidak lagi melakukan aksi konyol yang justru merugikan mereka, bahkan hingga menghilangkan nyawa.