News
·
9 Oktober 2019 15:25

Alasan Keberadaan Sekjen PA 212 di Lokasi Penganiayaan Ninoy Karundeng

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Alasan Keberadaan Sekjen PA 212 di Lokasi Penganiayaan Ninoy Karundeng (80041)
Ketua PA 212, Slamet Maarif di Grand Sahid Jaya. Foto: Prabarini Kartika/kumparan
Persaudaraan Alumni (PA) 212 menjelaskan soal keberadaan Sekretaris Jenderal PA 212 Bernard Abdul Jabbar di Masjid Al-Falaah saat relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, diduga dianiaya, Senin (30/9) lalu. Ketua PA 212 Slamet Maarif menyebut, saat kejadian sebenarnya Bernard tengah berobat di klinik di kawasan Rawa Lumbu, Bekasi, hingga pukul 17.00 WIB.
ADVERTISEMENT
"Kemudian pulang ke rumah, sampai rumah dapat info bahwa anaknya ikut aksi bersama mahasiswa. Sehingga Ustaz Bernard dan istri jam 19.00 WIB mencari anaknya ke arah Senayan," kata Slamet di kawasan Condet, Jakarta Timur, Rabu (9/10).
Saat perjalanan, kata Slamet, Bernard mendapat informasi bahwa banyak mahasiswa dan pelajar yang dilarikan ke Masjid Al-Falaah. Ia pun segera menuju lokasi tersebut karena di dalam mobilnya terdapat sejumlah peralatan P3K.
"Ketika sedang membantu korban, tiba-tiba Ustaz Bernard mendengar keributan karena ada diduga penyusup yang dihakimi massa," tutur Slamet.
Alasan Keberadaan Sekjen PA 212 di Lokasi Penganiayaan Ninoy Karundeng (80042)
Ninoy Karundeng di Polda Metro Jaya, Senin (7/10). Foto: Raga Imam/kumparan
"Spontan, Ustaz Bernard menyelamatkan dan melindungi diduga penyusup bernama Ninoy dari amukan massa. Bahkan menasihati untuk jangan keluar dulu karena berbahaya, sebab di luar massa masih marah," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, Slamet membantah jika Bernard terlibat dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap Ninoy. Menurutnya, saat itu Bernard justru menyelamatkan Ninoy dari amukan massa.
"Jadi Ustaz Bernard menyelamatkan Ninoy, bukan mempersekusi Ninoy," tegasnya.
Ninoy Karundeng sebelumnya melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Polda Metro Jaya. Saat itu, Ninoy mengaku dianiaya sejumlah orang saat aksi unjuk rasa di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (30/9).
Menurut Ninoy, saat itu ia tengah mengambil foto massa yang terkena gas air mata. Tiba-tiba datang sekelompok oknum massa yang menghampirinya, merampas ponselnya, dan menggiringnya ke Masjid Al-Falaah.
Di lokasi itu, Ninoy mengaku diinterogasi, dianiaya, dan diintimidasi. Tak hanya itu, ia juga mengaku motornya dirusak sehingga ia harus pulang menggunakan mobil boks.
ADVERTISEMENT
Akibat laporan tersebut, Polisi saat ini sudah menetapkan 13 orang tersangka yang diduga terlibat. Salah satunya adalah Sekretaris Jenderal PA 212 Bernard Abdul Jabbar.