Alasan Mahfud Ingin Mundur Sebagai Menteri: Biar Leluasa Buka Data

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cawapres nomor urut 03 Mahfud MD dalam acara tabrak prof di Kota Semarang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Cawapres nomor urut 03 Mahfud MD dalam acara tabrak prof di Kota Semarang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Cawapres nomor urut 03, Mahfud MD, mengungkapkan keinginannya untuk mundur dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polhukam).

Mahfud mengatakan, keinginan untuk mundur sebagai menteri Jokowi muncul sudah lama. Alasannya agar ketika debat ia bisa membuka data lebih gamblang dan leluasa.

"Saya merencanakan mengundurkan diri sebenarnya sudah lama ketika akan mulai debat pertama, agar bisa lebih leluasa membuka data sebenarnya sehingga lebih etis saya membaca data data itu kalau saya tidak di pemerintahan," ujar Mahfud di Semarang, Selasa (23/1).

Namun, keputusan untuk mundur itu masih menunggu waktu yang tepat, termasuk etika terhadap Presiden Jokowi yang mengangkatnya. Ia ingin menyiapkan ini dengan baik.

Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD memaparkan visi dan misi saat Debat Keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/1/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Tetapi pada waktu itu ada beberapa pertimbangan ya. Pertimbangannya perlu etika saya kepada Pak Jokowi. Saya dulu diangkat oleh beliau dengan sangat terhormat dengan penuh kepercayaan kepada beliau sebagai presiden rakyat dan saya harus mempersiapkan masa transisi baik-baik," jelas dia.

Meski begitu, ia memastikan tidak pernah menggunakan fasilitas negara dalam agendanya sebagai cawapres. Mahfud justru mengungkap banyak pejabat yang justru memanfaatkan fasilitas negara untuk agenda Pilpres 2024.

"Saya juga tidak minta protokoler yang lebih dari yang ditentukan oleh pemerintah oleh KPU. Saya tidak minta penjemputan atau apa pun kecuali yang melekat secara utuh. Dan ternyata di dalam perkembangan, adalah gejala pejabat tidak se fair saya, di dalam melaksanakan tugas, masih mencampur aduk keperluan politik dan tugas jabatan. Saya merasa saya harus konsekuen untuk mengatakan saya akan menentukan sikap pada saatnya dengan baik-baik," tegas dia.

Untuk itu, dirinya masih mencari momentum yang tepat terkait kepastian dirinya mundur dari kabinet Jokowi.

"Saya sudah sepakat dengan pak ganjar pranowo untuk saya mundur pada momentum yang tepat sambil membuat masa transisi itu. Kemudian pertimbangan ini menjadi penting lagi dalam situasi sekarang karena selama tiga bulan saya memberi contoh sebagai menteri yang menjadi calon, saya tidak sedikit pun menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye," kata Mahfud.