Alasan Makam Sutrimo Dijaga Ketat Polisi Jelang Ekshumasi: Bukti Penting

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pemakaman Foto: Ani Fathudin/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemakaman Foto: Ani Fathudin/Shutterstock

Makam Sutrimo (42) di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dijaga ketat jelang ekshumasi pada Rabu (12/8) besok.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, makam Sutrimo dijaga ketat karena menjadi bukti penting untuk mengetahui kejelasan peristiwa kematian tersebut.

"Untuk sementara ini karena ini (makam Sutrimo) adalah bukti penting yang bisa mengetahui kejelasan dari peristiwa tersebut, maka tentu saja Polresta Banyumas akan intensif untuk menjaga makam," ujar Yuliyanto kepada wartawan, Selasa (11/8).

Ia menjelaskan, ekshumasi akan melibatkan dokter ahli dari Polda Jawa Tengah, Polresta Banyumas, dan Polda Metro Jaya.

"Dokter ahli yang sudah terbiasa dan mempunyai kompetensi untuk melaksanakan ekshumasi. Tentu saja hasil dari ekshumasi ini nanti akan diuji kembali di laboratorium yang kompeten," jelas dia.

Ia juga menyebut, sudah ada 5 orang saksi dari keluarga yang Sutrimo yang dimintai keterangannya dalam kasus ini.

"Kemudian dilakukan pemeriksaan kepada saksi yang diajukan oleh keluarga. Ada lima orang saksi yang diajukan oleh keluarga kepada pihak Polresta Banyumas," kata Yuliyanto.

Keluarga almarhum Sutrimo didampingi kuasa hukum saat mendatangi Polresta Banyumas untuk membuat laporan terkait kematian Sutrimo, Sabtu (8/8/2026) malam. Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya, keluarga Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, mendatangi Polesta Banyumas pada Sabtu (8/8) malam untuk membuat laporan karena merasa kematian tidak wajar.

Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor STTLP/79/VIII/2026/ SPKT/POLRESTA BANYUMAS/ POLDA JAWA TENGAH.

Sutrimo merupakan pria yang disebut sebagai kepala rumah tangga di kediaman mantan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah. Ia meninggal dunia di depan Klinik Kecantikan Mordent, kawasan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 23 Juli 2026.