Bertahan Hidup Seperti Kucing

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Kucing hewan yang tangguh. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Kucing hewan yang tangguh. (Foto: Pixabay)

First thing first. Kucing yang akan dibahas di sini adalah jenis kucing rumahan, bukan jenis kucing besar.

Anda mungkin pernah berpikir, bagaimana bisa kucing liar, atau kucing kampung bisa bertahan hidup? Apalagi kucing-kucing yang sering dibuang orang atau ditinggalkan pemiliknya. Apa mereka kelaparan? Kedinginan?

Kucing hewan yang mandiri. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Kucing hewan yang mandiri. (Foto: Pixabay)

Seperti cerita BooBoo, seekor kucing dari California yang menghilang selama dua tahun dan ditemukan di Kanada. Bagaimana kucing-kucing ini bisa bertahan hidup meski tidak dirawat pemiliknya?

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Lincoln menemukan, kucing tidak punya ketergantungan terhadap siapapun. Baik pemiliknya atau kucing lain.

“Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa beberapa kucing menunjukkan tanda-tanda kecemasan saat ditinggal oleh pemiliknya, sama seperti anjing peliharaan. Tapi hasil penelitian kami menunjukkan bahwa mereka sebenarnya jauh lebih mandiri daripada anjing,” ujar Daniel Mills dari Lincoln’s School of Life Sciences yang dilansir sciencealert.com.

Ilustrasi kucing liar. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kucing liar. (Foto: Pixabay)

Untuk melihat bagaimana kucing bereaksi ketika sang pemilik tidak berada di sekitarnya, para peneliti melakukan sebuah tes.

Para peneliti mengamati perilaku 20 kucing yang telah ditempatkan di lingkungan yang asing dalam tiga situasi yang terpisah: dengan pemilik mereka, dengan orang asing, dan dibiarkan sendiri. Singkatnya, kucing menghadapi semua situasi dengan baik tanpa merasa ketergantungan pada manusia.

“Meski kucing tersebut bersuara lebih kencang ketika sang pemilik meninggalkan mereka, kita tidak melihat bukti tambahan yang menunjukkan bahwa ada ketergantungan pada kucing pada pemiliknya” tambah Profesor Mills.

Kucing. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Kucing. (Foto: Pixabay)

Disebutkan kucing menjadi lebih aktif mengeong sebagai tanda ia merasa frustrasi atau bagian dari responsnya untuk belajar beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Kucing rumahan jauh lebih mandiri ketika menghadapi situasi yang tidak biasa.

Meski begitu, sama seperti anjing, kucing tetap bisa membangun kedekatan dengan pemiliknya. Hanya saja kucing jauh lebih mandiri dan mampu bertahan hidup meski tanpa pengawasan pemiliknya.

Celia Haddon seorang ahli kucing mengatakan, kucing memang tidak selalu bergantung pada manusia. Namun bukan berarti mereka tidak suka jika diberi kasih sayang.

“Kucing bukan hewan yang berkelompok, mereka tidak bergantung pada kucing yang lain, yang berarti mereka juga tidak bergantung pada pemiliknya. Tapi ini tidak berarti mereka tidak ingin berada di sekitar sang pemilik. Tentu mereka juga suka diberi perhatian.”

Bermain dengan kucing. (Foto: Youtube)
zoom-in-whitePerbesar
Bermain dengan kucing. (Foto: Youtube)

Lebih lanjut Celia menyebutkan, meski ditinggalkan, kucing tidak akan mencari perlindungan manusia jika mereka merasa ketakutan. Kucing akan bersembunyi atau justru meninggalkan tempat yang membuatnya tidak nyaman.

Meski kucing adalah hewan mandiri dan mampu bertahan hidup dengan baik, bukan berarti mereka tidak perlu diperhatikan oleh pemiliknya. Tentu sebagai pemilik Anda tetap harus merawat dan menjaga kucing peliharaan anda sebaik-baiknya.

Meme kucing. (Foto: Youtube)
zoom-in-whitePerbesar
Meme kucing. (Foto: Youtube)