Alasan Pelaku Merundung Siswi SMP di Semarang: Korban Tak Hormati Kakak Kelas

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pemukulan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemukulan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Kasus bullying atau perundungan yang melibatkan siswi SMP di Kota Semarang tengah ditangani Polrestabes Semarang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, korban merupakan adik kelas para pelaku. Korban dianggap tidak menghormati para pelaku yang duduk di kelas 8 SMP sehingga dianiaya dan dikeroyok.

"Alasan pelaku melakukan penganiayaan karena menganggap korban ini sebagai junior tidak memberikan respect atau tidak memberikan kehormatan kepada pelaku kemudian marah lalu mengajak pelaku ke lokasi dan viral di media sosial," ujar Irwan di Mapolrestabes Semarang, Rabu (25/5).

Pihak kepolisian juga telah memanggil orang tau pelaku dan korban serta pihak sekolah. Polisi juga melibatkan psikolog dari Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk pendampingan.

"Kami menyepakati kasus ini akan ditangani sesuai koridor hukum, kemudian penanganan yang berbasis untuk kepentingan anak baik itu sebagai pelaku maupun korban," kata Irwan.

Korban Bullying Alami Trauma

Viral siswi SMP dirundung di Semarang. Foto: Dok. Istimewa

Disisi lain, Koordinator Program dan Layanan Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) Dinas Pendidikan Kota Semarang, Putri Marlenny, menambahkan korban mengalami trauma atas kejadian ini.

"Kondisi psikologis korban ada trauma, akan dalami lebih lanjut. Fokus penanganan hukum yang masih ramah anak," imbuh dia.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendampingan psikologis terhadap korban dan rehabilitasi pelaku.

"Ke depannya kita siap untuk melakukan proses rehabilitasi pelaku dan kepentingan terbaik bagi korban untuk pemulihan psikologisnya," sebut dia.

Sementara itu, salah satu orang tua pelaku meminta maaf atas kejadian ini. Ibu yang enggan disebutkan namanya itu berjanji akan mendidik anaknya lebih baik lagi.

"Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada warga Semarang terutama untuk keluarga korban. Saya berjanji untuk membina anak saya agar jauh lebih baik lagi dan menjadi anak yang bertanggung jawab," kata dia sambil menangis tersedu-sedu.

Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Kasus perundungan ini terungkap setelah viral video tiga orang siswa tengah mengeroyok satu siswi lainnya.

Mereka beramai-ramai memukuli dan menendang siswi tersebut. Tampak juga ada siswi-siswi lain yang hanya diam menyaksikan perundungan itu. Bahkan terdengar tawa diduga dari si perekam video.

Usut punya usut perundungan itu terjadi pada Selasa (24/59) kemarin di Alun-alun Semarang.