Alasan Pemerintah Distribusikan Vaksin Pfizer Hanya ke Jabodetabek

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi vaksin corona Pfizer-BioNTech. Foto: Dado Ruvic/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vaksin corona Pfizer-BioNTech. Foto: Dado Ruvic/REUTERS

Sebanyak 1.560.780 vaksin Pfizer akan segera dipakai. Namun vaksin berefikasi 94 persen ini untuk tahap awal hanya didistribusikan ke Jabodetabek.

Kemenkes mempunyai alasan di balik keputusan itu. Apalagi Pfizer menjadi vaksin yang banyak ditunggu masyarakat di seluruh Indonesia.

"Prioritas pemberian ke wilayah Jabodetabek dikarenakan sistem logistik yang kompleks dibandingkan dengan jenis vaksin lainnya," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg. Widyawati, MKM, dalam keterangannya, dikutip Minggu (22/8).

Vaksin Pfizer membutuhkan penanganan dan penyimpanan yang khusus dan harus segera digunakan, karena secara spesifikasi vaksin ini harus disimpan khusus di dalam tempat dengan suhu yang sangat rendah antara – 90 hingga – 60 derajat Celcius.

“Vaksin ini harus disiapkan oleh petugas kesehatan yang sudah dilatih menggunakan teknik tertentu dalam menangani rantai dingin, termasuk cara mencairkan dan mengencerkan vaksin sebelum disuntikan,” ujar dia.

Vaksin Pfizer telah memperoleh Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM pada 14 Juli 2021, sehingga bisa langsung disuntikkan kepada masyarakat.