Alasan Pemerintah Pilih Pulau Sebaru Jadi Tempat Observasi WNI

Pemerintah telah memutuskan memilih Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta untuk menjadi lokasi observasi WNI dari kapal pesiar World Dream dan Diamond Princess. Apa alasannya?
Menkes Terawan Agus Putranto mengungkapkan, Pulau Sebaru cocok menjadi lokasi observasi karena situasi alam sekitar yang mendukung. Termasuk soal mata air yang tersedia.
"Jadi Kepulauan Sebaru ini pulau yang kosong. Saya sudah lihat bersama Pak Menko PMK hari Sabtu apa Minggu pagi saya ke sana. Saya cek kondisinya, ini pulau kosong tapi perlengkapan luar biasa termasuk mata air, sumber air, semua bagus. Dan gedungnya terpisah-pisah," kata Terawan usai rakor di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Senin (24/2). Rakor membahas soal evakuasi ABK di World Dream.
Menurutnya, di sana bisa jadi tempat observasi bagi mereka yang negatif, juga untuk isolasi mereka yang suspect virus corona. Sebab, tingkat keamanan di Pulau Sebaru sangat baik.
"Jadi memang seperti direncanakan kita dapat berkah ini, direncanakannya untuk isolasi maupun observasi itu enak. Kalau ada apa pun isolasinya enak. Nah, kalau ada tempat yang lebih permanen itu artinya kan safety-nya lebih tinggi," ungkap dia.
Selain kosong, Pulau Sebaru juga tempat yang tak mudah diakses. Jadi, risiko penyebaran virus corona relatif minim.
"Sebaru kebetulan dikelilingi pulau-pulau kosong yang lain dan untuk sampai ke situ pun kapal kadang-kadang enggak bisa sembarang merapat. Ombaknya besar, jadi mungkin pakai kapal khusus," jelas Terawan. Sebagai informasi, Kepulauan Seribu memiliki setidaknya 110 pulau.
Terawan pun sudah berkoordinasi dengan Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad. Ia memastikan, WNI yang dievakuasi ke Sebaru dilengkapi dengan sertifikat sehat alias bebas virus corona.
"Udah sama Bapak Bupati Kepulauan Seribu juga mereka lakukan karena melihat bahwa sama saja dengan yang terjadi di Natuna, enjoy. Juga dia udah dapat sertifikat sehat," tutur dia.
WNI di kapal pesiar World Dream akan dievakuasi menggunakan KRI Soeharso pada 26 Februari dari perairan dekat Bintan, Kepulauan Riau. Mereka akan tiba di Sebaru pada 28 Februari.
Sementara untuk WNI di kapal Diamond Princess, pemerintah masih belum menentukan waktu dan moda transportasi untuk penjemputan.
