Alasan Pemerintah Rahasiakan RS Rawat Positif Corona: Nanti Pasien Lain Lari

kumparanNEWSverified-green

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Personel Satgas Mobile COVID-19. Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
zoom-in-whitePerbesar
Personel Satgas Mobile COVID-19. Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Total sudah ada 34 pasien dipastikan positif virus corona di Indonesia. Dari jumlah itu 1 orang meninggal dunia, sementara 3 orang dinyatakan sembuh.

Juru bicara pemerintah terkait penanganan corona, Achmad Yurianto, menjelaskan alasan pemerintah tak mengungkap semua identitas rumah sakit tempat pasien positif corona dirawat.

"Soal rumah sakit, ini etika yang kami lakukan. Karena banyak sekali RS tidak didatangi orang karena di situ merawat COVID-19, " kata Yuri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3)

Namun, memang kebijakan itu tak berlaku dengan RSPI Sulianti Saroso dan RS Persahabatan. Yuri menjelaskan, kedua RS itu memang ditunjuk secara khusus menangani corona.

Achmad Yurianto, Sekretaris Ditjen P2P Kementerian Kesehatan. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

"Kalau Sulianti Saroso memang itu untuk rumah sakitnya COVID, Persahabatan ya memang rumah sakitnya Paru, masyarakat yang ke sana tahu," kata Yuri.

"Tetapi, kalau RS swasta yang saya sebut bahwa di situ merawat pasien COVID maka pasien langganannya enggak akan ada yang datang. Oleh karena itu, ini sesuatu yang etis saja tidak usah dipermasalahkan," tuturnya.

Lebih lanjut, Yuri menjelaskan, RSPI Sulianti Saroso dan RS Persahabatan memang diizinkan pihaknya memberikan keterangan pers. Namun, kata dia, hanya terkait pasien corona yang dirawatnya.

"Karena RSPI memang saya izinkan tentang pasien yang dia rawat, tapi dia enggak bisa bicara soal pasien yang dirawat di tempat lain," tandasnya.