Alasan Polisi Tak Tangkap Pemilik Tempat Judi yang Digeruduk Ibu-ibu di Asahan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana diduga lokasi tempat perjudian usai digrebek oleh sekelompok ibu-ibu di Kisaran, Asahan, Selasa (28/10/2025). Foto: Dok. Humas Polres Asahan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana diduga lokasi tempat perjudian usai digrebek oleh sekelompok ibu-ibu di Kisaran, Asahan, Selasa (28/10/2025). Foto: Dok. Humas Polres Asahan

Ibu-ibu pengajian menggeruduk dua tempat judi di Jalan Diponegoro dan Jalan Kartini, Kelurahan Kisaran Baru, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Selasa (28/10). Mereka kesal dengan maraknya praktik judi di lingkungan mereka.

Aksi ibu-ibu tersebut mendapat pujian dari masyarakat. Namun, ada juga warga yang mempertanyakan mengapa polisi tidak menangkap pemilik tempat judi tersebut.

“Kami melakukan pemeriksaan karena saat ibu-ibu itu melakukan perusakan, tidak ada orang yang sedang main judi di sana,” kata Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, saat dihubungi, Rabu (29/10).

Menurut Revi, saat sekelompok ibu-ibu melakukan penggerebekan di Jalan Diponegoro dan Jalan Kartini, tidak ditemukan pemain maupun pemilik tempat judi.

“Jadi kami kemarin datang ke sana, hanya barang-barangnya saja yang ada, alatnya saja yang ditemukan,” ujarnya.

Suasana diduga lokasi tempat perjudian usai digrebek oleh sekelompok ibu-ibu di Kisaran, Asahan, Selasa (28/10/2025). Foto: Dok. Humas Polres Asahan

Ia menjelaskan, dalam kasus perjudian, harus ada bukti kuat berupa pemain yang sedang bermain.

“Ibaratnya seperti di warung ada kartu remi, kan tidak bisa semata-mata kita tangkap orang kalau tidak sedang bermain judi,” ungkapnya.

“Kalau perjudian itu harus ada uangnya. Kalau seandainya hasil judi itu berupa koin, lalu ditukarkan dengan uang, baru itu bisa dikatakan judi,” lanjutnya.

Barang bukti berupa meja perjudian telah diamankan oleh pihak kepolisian. Revi mengimbau agar masyarakat yang ingin melakukan penggerebekan melibatkan pihak kepolisian.

“Makanya kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat. Tetapi alangkah baiknya ke depan, untuk melakukan itu (penggerebekan) agar bersama-sama dengan kami. Supaya perkara ini jelas, ada pelakunya, ada uangnya, ada barang buktinya. Itu baru bisa disidik ke tingkat penyidikan,” tutupnya.