Alasan Rektor Unika Tolak Bikin Video Apresiasi Jokowi: Banyak Hal Tidak Pas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Rektor Universitas Katolik Soegijapranata Kota Semarang, Ferdinandus Hindarto. Dok: Intan Alliva Khansa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rektor Universitas Katolik Soegijapranata Kota Semarang, Ferdinandus Hindarto. Dok: Intan Alliva Khansa/kumparan

Rektor Universitas Soegijapranata (Unika) Kota Semarang, Ferdinandus Hindarto, menolak saat diminta membuat video apresiasi terhadap Presiden Jokowi oleh polisi dari Polrestabes Semarang.

Apa alasannya?

"Nomor satu, jelas berawal dari MK, lalu Majelis Kehormatan MK soal pelanggaran ada di situ," kata Ferdinandus, Selasa (6/2).

"Kemudian apa yang terjadi dengan statement Pak Presiden yang menyatakan 'Boleh kok memihak, boleh kok berkampanye'. Oke dari UU dan sebagainya, tapi bagi kami etika itu di atas segalanya," ujar Ferdinandus.

Ferdinandus melanjutkan, "Etika itu di atas hukum, hukum itu dibuat atas dasar etika. Kan, November (Jokowi) meminta semua ASN, TNI/Polri harus netral begitu."

Soal pemberian bantuan sosial (bansos) juga disorot oleh Ferdinandus, yang menurutnya timing-nya tidak ideal.

"Jadi banyak hal yang kami nilai tidak pas, tidak sesuai dengan prinsip demokrasi dan konstitusi dan ini kami sampaikan sebagai bentuk cinta kami," kata Ferdinandus.

Ferdinandus menyatakan dirinya sebagai pemimpin universitas bersikap netral, tidak mengarahkan mahasiswa atau dosen. "Perlu digarisbawahi bahwa kami non-partisan," katanya.

Tentang Video-video yang Bermunculan itu

Sejumlah video kampus-kampus mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi bermunculan di media sosial, misalnya seperti yang dilihat kumparan pada Selasa (6/2).

Video-video itu menunjukkan pejabat kampus masing-masing membacakan semacam apresiasi untuk jasa Jokowi terkait pembangunan, kesuksesan melewati pandemi COVID-19, hingga soal Pemilu.

Ada juga yang berharap Pemilu 2024 mendapatkan pemimpin yang mampu melangsungkan kinerja Jokowi.

Video tersebut ditayangkan akun @enaknya.ngapain.y8 dan di setiap tayangan tersebut dihujani komentar positif dari akun-akun anonim.

Mahfud MD Sebut Rektor Ditekan

Soal video-video itu disinggung eks Menko Polhukam yang juga cawapres 03 Mahfud MD.

"Saya dapat laporan ada semacam operasi untuk menekan rektor-rektor lain yang belum menyatakan sikap dan akan membuat deklarasi untuk kebaikan bangsa, untuk membangun demokrasi yang bermartabat sesudah UGM muncul lalu bermunculan jadwal, tetapi bersamaan itu juga muncul operasi mendekati rektor yang belum mengemukakan pendapatnya," katanya di acara Tabrak Prof di Koat Kopi Seturan, Kabupaten Sleman, Senin (5/2).

Penjelasan Polrestabes Semarang

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, mengatakan permintaan untuk membuat video itu semata-mata demi menjaga situasi Pemilu tetap kondusif.

Irwan membantah mengerahkan polisi untuk membuat video apresiasi kinerja Jokowi.

"Tidak ada (soal politik dan pujian Jokowi), tidak ada sama sekali, sekali lagi saya ulangi bahwa ajakan itu untuk men-support terciptanya pemilu damai. Tidak ada paksaan terhadap siapa saja yang kami hubungi yang kami anggap layak untuk testimoni atau pesan kamtibmas di Kota Semarang," kata Irwan, Selasa (6/2).