Alasan TNI AU Drop Bantuan dari Atas: Pertimbangkan Keselamatan Heli dan Warga

4 Desember 2025 15:55 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Alasan TNI AU Drop Bantuan dari Atas: Pertimbangkan Keselamatan Heli dan Warga
TNI AU menjelaskan alasan penggunaan metode air drop dalam penyaluran bantuan, mempertimbangkan keselamatan helikopter dan warga di wilayah terdampak banjir.
kumparanNEWS
Prajurit TNI AU Skadron Udara 2 bersiap mendistribusikan helibox  berisi bantuan untuk pengungsi banjir menggunakan metode Container Delivery Sistem dengan pesawat CN 295 di Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (2/12/2025). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Prajurit TNI AU Skadron Udara 2 bersiap mendistribusikan helibox berisi bantuan untuk pengungsi banjir menggunakan metode Container Delivery Sistem dengan pesawat CN 295 di Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (2/12/2025). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Cara TNI-AU memberi bantuan warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara dengan metode air drop, yakni menjatuhkan bantuan makanan dari helikopter yang tengah terbang dikeluhkan warga. Sebab, begitu sampai di bawah, bantuan makanan itu rusak.
ADVERTISEMENT
TNI AU punya pertimbangan kenapa cara itu dilakukan.
"Di situ ada beberapa pertimbangan maupun konsentrasi yang harus kita perhatian, baik untuk keselamatan helikopter maupun untuk keselamatan para penerima sendiri," kata Kolonel Penerbangan Ageng Wahyudi, Mission Director Heli saat ditemui di Lanud Soewondo, Medan, Kamis (4/12).
Ageng menjelaskan, bisa saja terjadi keos jika ia heli mendarat dan tak memperhatikan kondisi sekitar. Selain itu, heli juga jarang mendapat tempat mendarat yang aman di sekitar permukiman warga terdampak banjir. Sebab, ada kabel, pohon dan hal-hal yang bisa berisiko untuk pendaratan helikopter.
Pengungsi banjir menunggu bantuan helibox yang didistribusikan Prajurit TNI AU Skadron Udara 2 menggunakan metode Container Delivery Sistem (CDS) dengan pesawat CN 295 di Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (2/12/2025). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
"Mungkin ada sekitar (situasi tidak memungkinkan) apalagi kita mendarat akan membahayakan baik itu bagi pesawat sendiri maupun masyarakat," ujar Ageng.
Menurut Ageng, pihak TNI-AU akan selalu berusaha semaksimal mungkin dalam penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak.
ADVERTISEMENT
"Intinya kita selalu berusaha untuk semaksimal mungkin memberikan yang terbaik kepada rekan-rekan yang akan menerima bantuan," ucap Ageng.
Mission Director Heli, Kolonel Penerbangan Ageng Wahyudi saat ditemui di Lanud Soewondo, Medan, Kamis (4/12/2025). Foto: Amar Marpaung/kumparan
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Teritorial Lanud Soewondo, Kolonel Pas Firman Manurung mengatakan bahwa pendistribusian sejak hari Rabu (26/12) hingga hari ini telah disalurkan sebanyak 147 ton yang terdiri dari makanan, minuman dan perlengkapan wanita.
"Ada pun yang sudah dilaksanakan sejak hari pertama posko didirikan, jumlah total bantuan yang sudah terdistribusi sebesar 147 ton dari jumlah yang diterima di posko kami sebesar 229.000 kg," ujar Firman.
Bantuan tersebut telah terdistribusi ke sejumlah wilayah di Sumatera Utara khususnya Sibolga dan Tapanuli Tengah. Pendistribusian juga akan dilakukan di Aceh.
"Jadi selain lokasi-lokasi di Sumut seperti Sibolga, untuk Aceh Tengah, Aceh Selatan sudah dilaksanakan distribusi," katanya.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, pendistribusian akan dilakukan semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga yang terdampak.
"Kami berkolaborasi bersama-sama semaksimal mungkin bisa mendistribusikan sesegera mungkin sehingga masyarakat yang membutuhkan bisa segera menerima bantuan tersebut," pungkasnya.