Alat Pemantau Aktivitas Gunung Kelud Senilai Rp 1,5 M Dicuri
·waktu baca 2 menit

Alat pendeteksi aktivitas Gunung Kelud hilang diduga dicuri.
Gunung Kelud merupakan gunung berapi yang berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Pengamat Gunung Api Kelud Budi Prianto mengatakan rangkaian alat pendeteksi gempa vulkanik ini terdiri dari:
GNSS Leica GR30 beserta kabel;
Seismik Broadband Certimus beserta kabel;
Kabel Grounding Tower dan penangkal petir;
Kabel solar panel;
6 unit Accu Panasonic LC-P1275NA serta kabel Accu dan Switch Hub Moxa.
Hilangnya alat pendeteksi gempa vulkanik ini diketahui pada Senin (8/9). Petugas mengira alat ini mati dan tidak mengirim data karena masalah teknis seperti aki tekor atau sambaran petir maupun tertutup pohon.
Ketika mengecek ke lokasi, ternyata rangkaian pendeteksi gempa vulkanik Gunung Kelud di sisi selatan ini hilang, tinggal bekas kabel berserakan.
“Kami kira akinya rusak atau bagaimana, ternyata dicuri,” ujar Budi, Rabu (10/9).
Budi menjelaskan, rangkaian alat pendeteksi aktivitas vulkanik di Gunung Berapi Kelud ini diletakkan di sebuah rumah pantau seluas lebih kurang 1,5 meter persegi. Lokasi ini berada di dalam pagar 5x3 meter.
Petugas memasang rambu dan larangan serta denda jika alat ini diganggu atau dirusak. Budi mengatakan harga alat ini cukup mahal bisa mencapai 1 miliar rupiah lebih.
“Harganya sekitar Rp 1 miliar sampai Rp 1,5 miliar,” ujar Budi.
Budi mengaku kejadian ini mengganggu pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Kelud. Budi telah melaporkan kejadian ini ke PVMBG. Ia juga berencana melaporkan kejadian ini ke polisi.
Kasi Humas Polres Blitar Ipda Putut Siswahyudi mengatakan polisi telah menerima kabar ini. Petugas dari Polsek Gandusari dan Polsek Garum diturunkan untuk memastikan lokasi hilangnya alat pendeteksi aktivitas vulkanik tersebut.
“Petugas saat ini sedang menuju ke lokasi kejadian sebelum Olah TKP,” kata Putut.
