Aliran Lahar dari Gunung Api Pulau Canary Spanyol Hancurkan Rumah-rumah Warga

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah rumah terbakar akibat lahar dari letusan gunung berapi di taman nasional Cumbre Vieja di Los Llanos de Aridane, di Pulau Canary La Palma, Spanyol. Foto: Borja Suarez/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah rumah terbakar akibat lahar dari letusan gunung berapi di taman nasional Cumbre Vieja di Los Llanos de Aridane, di Pulau Canary La Palma, Spanyol. Foto: Borja Suarez/REUTERS

Lava terus menyembur dari Gunung Api Cumbre Vieja di Pulau La Palma, Kepulauan Canary, Spanyol, pada Senin (20/9). Akibat dari erupsi tersebut, pemerintah setempat mengevakuasi lebih dari 5.000 warga.

Aliran lahar panas setinggi 15 meter telah merendam dan membakar 20 rumah di Desa El Paso dan beberapa bagian jalanan di La Palma.

Menurut Wali Kota Sergio Rodriguez, aliran lava kini menyebar di penjuru Desa Los Llanos de Aridane, desa yang bersebelahan langsung dengan El Paso. Ratusan rumah di Los Llanos kini terancam hancur.

“Kami mengawasi jalur aliran lava,” ujar Rodriguez kepada stasiun radio TVE pada Senin (20/9), dikutip dari Reuters.

Sejak erupsinya pada Minggu (19/9) sore, gunung api tersebut telah menyemburkan lava hingga sejauh ratusan meter dan memuntahkan batuan cair ke arah Samudra Atlantik, menghantam area permukiman La Palma. Pulau ini berlokasi di ujung barat laut Kepulauan Canary.

Kepala regional Kepulauan Canary, Angel Victor Torres, mengatakan pemerintah setempat telah mengevakuasi 5.000 warga dari empat desa, termasuk El Paso dan Los Llanos de Aridane. Tidak ada evakuasi lanjutan yang akan dilaksanakan.

Sebuah rumah terbakar akibat lahar dari letusan gunung berapi di taman nasional Cumbre Vieja di Los Llanos de Aridane, di Pulau Canary La Palma, Spanyol. Foto: Borja Suarez/REUTERS

“Lava bergerak ke arah pesisir dan kerusakan yang terjadi akan berupa material. Menurut sejumlah pakar, lava yang mengalir mencapai 17-20 juta meter kubik,” ujar Torres.

Ahli vulkanologi Nemesio Perez mengatakan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Ia menambahkan, kemungkinan adanya korban jiwa pun akan sangat minim jika tidak ada warga yang nekat.

Pulau La Palma sudah berada dalam status “peringatan keras” usai 22.000 getaran terekam dalam waktu satu pekan di Pegunungan Cumbre Vieja. Rangkaian gunung ini mengalami erupsi besar pada tahun 1971 silam dan merupakan salah satu wilayah vulkanik paling aktif di Kepulauan Canary.

Pada tahun 1971, satu orang tewas akibat letusan ini. Saat itu, korban tengah memotret pemandangan di dekat aliran lava. Tidak ada kerusakan bangunan akibat letusan tersebut.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez tiba di La Palma pada Minggu (19/9) malam untuk berdiskusi soal penanganan erupsi ini.

“Kami memiliki seluruh sumber daya dan seluruh pasukan, warga bisa beristirahat dengan tenang,” ujar Sanchez.

kumparan post embed