Alvin Lie: Pembakaran Pesawat Susi Air oleh KKB Coreng Penerbangan RI

7 Februari 2023 17:40
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pesawat Susi Air di Papua dibakar. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat Susi Air di Papua dibakar. Foto: Dok. Istimewa
Pengamat penerbangan Alvin Lie merespons peristiwa pembakaran pesawat Susi Air Pilatus Porter PC 6/PK-BVY di Bandara Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Selasa (7/2).
KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya bertanggung jawab dalam kejadian itu. Mereka juga menyandera pilot Captain Philip Merthens, warga Selandia Baru dan 5 penumpang.
"Saya awali dulu ini bukan kejadian pertama ya, yang namanya pesawat disandera ini bukan pertama kali di Papua, sudah berulang kali terjadi dan ini sudah termasuk teror ancaman terhadap keselamatan penerbangan," kata Alvin Lie saat dihubungi.
Eks Komisioner Ombudsman RI ini mengatakan, pembakaran pesawat dan penyanderaan pilot Susi Air ini jelas mencoreng pengamanan penerbangan Indonesia di dunia internasional.
"Nah, itu jelas mencoreng aspek pengamanan kita di internasional karena kesannya terbang di Indonesia ini kan tidak aman. Karena Papua Indonesia, jadi yang terjadi di sana masuk dalam kinerja pengamanan penerbangan Indonesia,"
- Alvin Lie.
Alvin Lie Foto: Ainul Qalbi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Alvin Lie Foto: Ainul Qalbi/kumparan

Pengamanan Bandara di Papua Kompleks

Alvin Lie kemudian memberikan catatannya terhadap masalah pengamanan bandara di Papua. Menurutnya, masalah keamanan ini sangat kompleks karena melibatkan banyak unsur hingga faktor infrastruktur dan lingkungan.
"Kita harus paham kondisi di Papua, ketika kita membahas bandara di Papua, jangan membayangkan seperti bandara di Pulau Jawa, tidak sedikit juga bandara di sana itu hanya lapangan terbang, bahkan landasannya tidak rata, tidak dari aspal, pengamanan pagar bandara pun tidak ada," jelas Alvin.
"Hal-hal seperti ini kita harus paham kondisi di sana seperti apa di sini lah yang kami harapkan pemerintah itu investasi di sana, misalnya membuatkan pagar keliling bandaranya saja, pagar kemudian ada sistem pencahayaan listrik, sekalian listrik tidak hanya untuk bandara tapi juga warga sekitarnya," tambah dia.
Lebih lanjut, Alvin mengatakan dalam Undang-undang Penerbangan, seharusnya dibentuk Dewan Keamanan Penerbangan. Namun Alvin mengatakan sampai hari ini Dewan Keamanan Penerbangan masih belum dibentuk.
"Ini wilayahnya sudah melibatkan pemda, kemudian juga strategi keamanan juga masuk Kemhan dan di dalam UU Penerbangan itu harus ada Dewan Keamanan Penerbangan, sampai hari ini ada atau belum? Rasa-rasanya belum dibentuk," kata Alvin.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pilot Susi Air, Captain Philip Merthens, dan penumpang pesawat tersebut, disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.
"Terkait dengan perkembangan dari pilot dan penumpangnya yang diamankan oleh KKB, saat ini memang sedang dalam pencarian kami, tim gabungan dari operasi damai Cartenz, saat ini sedang melakukan operasi pencarian," kata Listyo di Istana Merdeka, Selasa (7/2).
Sebelum dibakar, pesawat itu telah membawa 5 penumpang dari Bandara Timika.
Identitas 5 Penumpang:
  1. Demanus Gwijangge;
  2. Minda Gwijangge;
  3. Pelenus Gwijangge;
  4. Meita Gwijangge;
  5. Wetina W.