Amerika Serikat dan Iran Kembali Saling Serang
ยทwaktu baca 4 menit

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah Washington melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer Iran sebagai respons atas jatuhnya helikopter serbu Apache di kawasan Selat Hormuz. Presiden Donald Trump menegaskan serangan tersebut merupakan bentuk respons tegas terhadap tindakan yang dianggap sebagai agresi Iran.
Iran pun membalas dengan mengeklaim telah menyerang puluhan target militer yang terkait dengan AS di kawasan Teluk, termasuk pangkalan militer di Yordania, Kuwait, dan Bahrain. Di tengah saling serang tersebut, Teheran memperingatkan bahwa setiap aksi militer AS akan mendapat balasan, sementara negara-negara di kawasan meningkatkan kesiagaan pertahanan udara mereka.
AS Kembali Serang Iran, Respons Jatuhnya Heli Serbu Apache
Amerika Serikat (AS) kembali menyerang Iran, pada Selasa (9/6). Dilansir AFP, serangan ini dipicu jatuhnya sebuah heli serang Apache yang diduga ditembak oleh Iran.
Presiden AS Donald Trump, dalam wawancaranya dengan ABC menyatakan bahwa AS akan merespons keras serangan ini. "Untuk apa yang telah mereka lakukan ke helikopter kami kemarin malam, dan saya percaya, responsnya harus sangat kuat," katanya.
Sementara itu, Komando AS untuk wilayah Timur Tengah (CENTCOM) mengkonfirmasi serangan itu.
"Serangan sebagai bentuk pertahanan diri sudah dimulai, pada sekitar pukul 5 sore waktu setempat. Berdasar perintah dari Komandan Tertinggi. Serangan dilakukan secara proporsional, sebagai bentuk respons atas agresi Iran yang tak bisa dibenarkan," kata CENTCOM.
Peringatan Menlu Iran ke AS: Pergi dari Wilayah Kami kalau Ingin Selamat
Menlu Iran, Abbas Araghchi, merespons serangan balasan Amerika Serikat (AS) akibat jatuhnya heli serbu Apache mereka di area Selat Hormuz. Araghchi memberi peringatan, bahwa semua serangan yang dilakukan AS ini tidak akan dibiarkan tanpa jawaban.
"Meskipun mereka sudah kalah di medan tempur, AS kembali ingin menguji determinasi kami. Angkatan Bersenjata kami yang perkasa, tidak akan membiarkan serangan ini tak terjawab. Pergi dari wilayah kami kalau ingin selamat," kata Araghchi, lewat akun X resminya, via AFP, Rabu (10/6).
CENTCOM memang mengkonfirmasi serangan ini. Mereka melancarkan serangan ini melalui perintah dari Komando Tertinggi, yaitu Presiden Donald Trump.
"Serangan sebagai bentuk pertahanan diri sudah dimulai, pada sekitar pukul 5 sore waktu setempat. Berdasar perintah dari Komandan Tertinggi. Serangan dilakukan secara proporsional, sebagai bentuk respons atas agresi Iran yang tak bisa dibenarkan," kata CENTCOM.
Serangan Drone Iran Hantam Pangkalan AS di Bahrain
Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa mereka telah berhasil menghantam sejumlah Pangkalan Amerika Serikat (AS) di Bahrain. Ini adalah balasan Iran, karena serangan AS yang ingin membalas usai helikopter serbu Apache mereka ditembak di kawasan Iran.
"Rezim AS, si penghasut perang, telah menyerang sejumlah titik di Jask, Sirik dan Qeshm pagi-pagi tadi. Mereka merusak tiang-tiang telekomunikasi di Sirik, dan menghancurkan 2 tanki air di kota itu," kata IRGC, lewat pemberitaan media Iran yang dikutip AFP, Rabu (10/6).
Menlu Iran Abbas Araghchi juga sudah mewanti-wanti AS jika terus melakukan serangan. Mereka tak akan tinggal diam.
Melalui akun X resminya, Araghchi memperingatkan bahwa Iran siap membalas setiap tindakan militer AS.
"Meskipun mereka sudah kalah di medan tempur, AS kembali ingin menguji determinasi kami. Angkatan Bersenjata kami yang perkasa, tidak akan membiarkan serangan ini tak terjawab. Pergi dari wilayah kami kalau ingin selamat," kata Araghchi.
Iran Balas Serangan AS, Klaim Hantam 22 Target Militer di Kawasan Teluk
Iran mengklaim telah menyerang 22 target yang terkait dengan Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk, termasuk Pangkalan Al-Azraq di Yordania, sebagai balasan atas serangan Washington terhadap sejumlah fasilitas Iran di sekitar Selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut serangan tersebut menyasar hanggar jet tempur F-35 hingga pusat komando militer AS.
Selain di Yordania, Iran mengaku melancarkan serangan drone ke Pangkalan Ali Al Salem di Kuwait dan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain. IRGC juga memperingatkan akan memberikan respons yang lebih keras apabila AS kembali melakukan serangan terhadap wilayah Iran.
Serangan balasan itu dilakukan setelah militer AS menggempur sistem pertahanan udara, radar pengawas, dan pusat kendali Iran di sekitar Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi tersebut merupakan respons atas jatuhnya helikopter Apache AS sehari sebelumnya.
Meski Iran mengklaim berhasil menyerang sejumlah target, Yordania, Kuwait, dan Bahrain menyatakan telah mengaktifkan sistem pertahanan udara mereka. Seorang pejabat AS mengatakan hampir seluruh rudal dan drone Iran berhasil dicegat, dan hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan pada fasilitas militer AS.
