Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi ke Dua Jenderal Militer Myanmar

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap dua jenderal anggota junta militer Myanmar.
Mengutip Reuters, Pengawasan Aset Luar Negeri di Kementerian Keuangan AS menyebutkan bahwa sanksi itu ditujukan pada Panglima Angkatan Udara Jenderal Maung Maung Kyaw dan mantan Kepala Staf Militer dan Komandan salah satu operasi khusus militer, Letnan Jenderal Moe Myint Tin.
Kementerian Keuangan AS memberikan sanksi terhadap dua jenderal tersebut atas tuduhan menjadi salah satu otak di balik kudeta Myanmar pada 1 Februari 2021 lalu.
“Militer harus membatalkan tindakannya dan segera memulihkan pemerintahan yang dipilih secara demokratis di Burma (Myanmar) atau Kementerian Keuangan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan lebih lanjut,” ucap Kementerian Keuangan AS dalam sebuah pernyataan.
Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken juga menyerukan ancaman serupa. Ia menyebutkan tidak ragu untuk memberi tindakan tegas kepada militer Myanmar.
“Kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan lebih lanjut terhadap mereka yang melakukan kekerasan dan menekan keinginan rakyat,” kata Blinken.
Tiga minggu setelah kudeta terjadi, junta militer Myanmar gagal menghentikan protes harian dan gerakan mogok massal yang mendorong pembatalan kudeta dan pembebasan pemimpin Aung San Suu Kyi. Termasuk menghentikan pemogokan umum terhadap pemerintahan militer yang mengakibatkan bisnis di Myanmar tutup pada Senin (22/2) lalu.
“Kami menyerukan kepada militer dan polisi untuk menghentikan semua serangan terhadap pengunjuk rasa, segera membebaskan semua yang ditahan secara tidak adil, menghentikan serangan dan intimidasi terhadap jurnalis dan aktivis, dan memulihkan pemerintahan yang dipilih secara demokratis,” ujar Blinken.
Dengan dimasukkannya kedua jenderal tersebut, maka otoritas Negeri Paman Sam akan membekukan aset mereka di AS dan melarang orang Amerika untuk menanganinya aset-aset tersebut.
