Amerika Setujui Pengiriman Jet F-16 dari Belanda dan Denmark ke Ukraina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ilustrasi pesawat jet Foto: AFP/Yiannis Kourtoglou
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi pesawat jet Foto: AFP/Yiannis Kourtoglou

Amerika Serikat (AS) menyetujui pengiriman jet F-16 dari Belanda dan Denmark ke Ukraina. Pengiriman diizinkan dilakukan usai pilot di Ukraina menyelesaikan pelatihan mengoperasikan pesawat tersebut, kata Departemen Luar Negeri AS.

Baik Denmark dan Belanda, yang memimpin program untuk melatih pilot Ukraina pada F-16, telah diberikan jaminan resmi untuk pengiriman jet, kata juru bicara Deplu AS.

“Dengan cara ini, Ukraina dapat memanfaatkan sepenuhnya kemampuan barunya segera setelah pilot pertama menyelesaikan pelatihan mereka,” demikian keterangan Deplu AS, dikutip dari AFP, Sabtu (19/8).

Amerika telah memberlakukan pembatasan ketat atas penjualan kembali atau pengiriman peralatan militer buatan mereka oleh sekutu. Namun untuk pengiriman dari Belanda dan Denmark ke Ukraina ini, telah diizinkan.

Masih belum jelas berapa lama pengiriman bisa terealisasi, menunggu pilot Ukraina pertama siap menerbangkan F-16.

Pelatihan oleh koalisi 11 negara akan dimulai bulan ini, dan para pejabat mengatakan mereka berharap pilot Ukraina siap pada awal 2024 mendatang.

Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov memuji kabar tersebut. "Berita bagus dari teman-teman kita di Amerika Serikat," ucapnya.

Menteri Pertahanan Belanda Kajsa Ollongren juga menyambut baik langkah tersebut.

“Ini memungkinkan kami untuk menindaklanjuti pelatihan pilot Ukraina,” ucapnya.

Pemandangan jet Rusia yang jatuh dan terbakar di Kharkiv, Ukraina, Pada 6 Maret 2022. Foto: Ground Forces of Ukraine Armed Forces/Handout via REUTERS

Program F-16 merupakan respons atas permintaan Ukraina untuk mengganti kerugian besar angkatan udaranya, yang sebagian besar menerbangkan pesawat Rusia.

Jet Amerika dinilai memiliki kemampuan tempur yang lebih baik daripada yang dioperasikan oleh Ukraina, tetapi membutuhkan lebih banyak pelatihan untuk pilot.

Kiev telah berusaha keras sejak tahun lalu untuk program jet buatan Amerika, tetapi Washington baru memberikan restu dalam beberapa bulan terakhir.

Pada bulan Juli, seorang pejabat senior Ukraina mengatakan mereka menginginkan lusinan pesawat untuk mendukung operasi darat di wilayah selatan untuk mengusir pasukan Rusia.

"Kami membutuhkan 60 hingga 80 pesawat F-16 untuk mengcover langit dengan baik, terutama di area dekat garis depan," kata Mykhailo Podolyak, pembantu senior Presiden Volodymyr Zelensky.