Amirul Hajj Tiba di Jeddah, Minta Jemaah Haji RI Fokus Persiapan Wukuf di Arafah
·waktu baca 3 menit

Amirul Hajj Indonesia untuk penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Kamis (29/5) malam.
Amirul Hajj memiliki mandat untuk memimpin misi haji Indonesia serta menjalankan diplomasi haji dengan otoritas Arab Saudi. Selain itu juga memastikan pelayanan kepada jemaah haji.
Rombongan Amirul Hajj terdiri dari Menteri Agama Nasaruddin Umar, ada Wakil Menteri Agama sekaligus Naib Amirul Hajj Romo Muhammad Syafi’i dan beberapa anggota Amirul Hajj seperti Muhadjir Effendy [Penasihat Khusus Presiden], Amirsyah Sanusi Tambunan [Sekjen MUI], Dudung Abdurachman [Penasihat Khusus Presiden], dan Arifatul Choiri Fauzi [Menteri PPPA].
Kedatangan Amirul Hajj disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Abdulaziz, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Hilman Latief, Konjen RI Jeddah Yusron B. Ambary, serta jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Setibanya di Jeddah, Nasaruddin langsung mengingatkan jemaah haji Indonesia agar fokus mempersiapkan diri menyambut puncak ibadah haji, yakni wukuf di padang Arafah pada 5 Juni nanti.
Kita selalu wanti-wanti, seluruh jemaah haji kali ini fokusnya kepada pelaksanaan haji. Jangan sampai kita mengejar sunah, tapi gagal mendapatkan yang wajib," pesan Nasaruddin.
Ia menegaskan keberhasilan ibadah haji sangat ditentukan oleh kesiapan jemaah, baik dari sisi pengetahuan maupun kondisi fisik. Ada dua pesan penting yang disampaikan Amirul Hajj dalam kesempatan ini:
1. Pahami Syarat dan Rukun Haji dengan Baik
Nasaruddin menekankan pentingnya pemahaman yang benar terkait syarat dan rukun haji. Menurutnya, pelayanan jemaah tidak hanya menyangkut logistik seperti konsumsi, transportasi, dan akomodasi, tetapi juga mencakup pembinaan ibadah yang mendalam.
"Boleh jadi makanan, hotel, dan kendaraan kita siapkan dengan baik. Tapi kalau rukunnya tidak dikerjakan atau syarat hajinya tidak terpenuhi, maka ibadahnya bisa tidak sah. Ini yang harus kita jaga," tegas Nasaruddin.
Untuk itu, Kementerian Agama memperkuat layanan pembinaan ibadah melalui musytasyar diny (konsultan ibadah), petugas kloter, serta para pembimbing dari KBIH. Pendekatan ini dilakukan secara menyeluruh dari tingkat bawah hingga atas, agar tidak ada jemaah yang gagal haji karena ketidaktahuan.
Menag menyampaikan kehadiran Amirul Hajj membawa misi penting untuk memastikan seluruh layanan jemaah haji Indonesia berjalan optimal, termasuk aspek pelayanan dan pembinaan ibadah.
“Sebelum berangkat, kami sudah lakukan pertemuan internal, briefing kepada anggota Amirul Hajj. Kami tegaskan bahwa pelayanan jemaah bukan hanya logistik dan fasilitas, tapi juga pemahaman mendalam tentang rukun dan syarat ibadah,” ujar Nasaruddin.
Kemenag juga melibatkan sekitar 20 ulama dan pakar keagamaan yang tergabung dalam mustasyar diny. "Mustasyar diny ini sudah datang sebelum Amirul Hajj tiba, dan kehadiran mereka sangat efektif dalam membimbing ibadah jemaah," ungkap Nasaruddin.
2. Jaga Kesehatan, Jangan Paksa Diri
Nasaruddin juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan menjelang wukuf di Arafah. Ia mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri mengejar ibadah sunah, seperti arbain di Madinah, jika kondisi fisik tidak memungkinkan.
"Jangan sampai karena mengejar sunah, jemaah justru kelelahan dan tidak sanggup menjalani wukuf di Arafah. Kita harus utamakan yang wajib," ujar Nasaruddin.
Ia juga meminta para petugas agar membantu jemaah membuat prioritas ibadah dengan bijak, serta memastikan mereka mendapatkan informasi dan arahan yang tepat.
Koordinasi antar petugas dan pimpinan kloter terus diperkuat. Laporan perkembangan lapangan juga rutin disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Bapak Presiden memberikan apresiasi kepada kita semua atas kerja sama yang sangat baik, baik dari jajaran Kementerian Agama, BPH, maupun seluruh petugas di lapangan," kata Nasaruddin.
Mengakhiri keterangannya, Nasaruddin mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk tidak lupa mendoakan bangsa dan negara.
"Jangan lupa juga mendoakan bangsa Indonesia. Kita doakan Presiden kita Bapak Prabowo bersama aparat-aparat Indonesia, pelayan masyarakat agar bisa memberikan pelayanan terbaik, mampu menggapai cita-cita luhur yang telah digariskan pendiri bangsa," tutur Menag.
