Anak Buya Arrazy Meninggal: Tertembak Pistol; Milik Anggota Mabes Polri

24 Juni 2022 6:44
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Warga membawa jenazah anak Buya Arrazy Hasim saat hendak dimakamkan di Tuban, Kamis (23/5/2022). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Warga membawa jenazah anak Buya Arrazy Hasim saat hendak dimakamkan di Tuban, Kamis (23/5/2022). Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Kelalaian anggota Polri, M, berujung petaka. Putra ustaz kondang Arrazy Hasyim atau lebih dikenal dengan Buya Arrazy Hasyim, meninggal tertembak oleh kakaknya yang memainkan pistol milik M.
ADVERTISEMENT
Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Ganantha mengatakan, M saat itu memang tengah bertugas untuk mengawal Buya Arrazy. Lokasinya di rumah mertua di kawasan Palang, Tuban, Jatim.
"Kejadian di Palang, Tuban. Buya sedang berada di rumah mertuanya. Senjata milik anggota yang sedang bertugas mengawal," kata Ganantha, saat dikonfirmasi, Kamis (23/6).
Peristiwa bermula saat M tengah menjalankan salat Zuhur pada Rabu (22/6). Saat itu, M meletakkan pistol di tas, lalu tas ditaruh di tempat yang dirasa cukup aman.
"Lagi salat Zuhur, senjata ditaruh di tempat aman di tas. Ternyata bisa dijangkau dan terjadi peristiwa itu," tutur dia.
Namun, rupanya, putra Buya Arrazy yang berumur 5 tahun berhasil menjangkau tas itu. Pistol jadi mainannya, tiba-tiba pistol meletus dan mengenai adiknya yang masih berusia 3 tahun. Hushaim Shah Wali Arrazy meninggal di tempat.
ADVERTISEMENT
Atas kejadian ini, Buya Arrazy dan keluarga memilih untuk tidak berkomentar dan tidak melanjutkan kasus ini ke ranah hukum. Mereka menganggap hal ini sebagai musibah dan sudah ikhlas.
"Buya enggan berkomentar karena ini musibah, sudah memaafkan," ucap dia.
M, Polisi Pemilik Pistol Penyebab Tewas Anak Buya Arrazy Hasyim Diperiksa Propam
Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol. Gatot Repli Handoko saat konpers terkait kasus Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta di Halaman Gedung SME Tower Indonesia, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta, Kamis (10/3/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol. Gatot Repli Handoko saat konpers terkait kasus Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta di Halaman Gedung SME Tower Indonesia, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta, Kamis (10/3/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, pihaknya akan mengusut soal dugaan unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.
"Sedang dilakukan pemeriksaan oleh Propam. Dia harus mempertanggungjawabkan kelalaiannya," ujar Gatot kepada wartawan, Kamis (23/6).
Pihak keluarga Buya Arrazy Hasyim telah mengikhlaskan kejadian tersebut. Menurut mereka peristiwa itu adalah murni kecelakaan.
Namun Gatot menegaskan, pihaknya bakal tetap mengusut peristiwa itu.
ADVERTISEMENT
"Tetap akan ditindak tegas," katanya.
Kapolres Tuban soal Anak Buya Arrazy Tertembak: Murni Kecelakaan, Bukan Sengaja
Buya Arrazy Hasyim. Foto: Instagram/@buya_arrazy_hasyim
zoom-in-whitePerbesar
Buya Arrazy Hasyim. Foto: Instagram/@buya_arrazy_hasyim
Kapolres Tuban AKBP Darman mengatakan insiden tertembaknya anak kedua ustaz Arrazy Hasyim atau akrab disapa Buya Arrazy Hasyim, Hushaim Shah Wali Arrazy (3), murni merupakan kecelakaan.
“Ini murni karena kecelakaan, tidak ada unsur kesengajaan. Kemudian kecelakaan itu terindikasi adanya letusan senjata,” kata Kapolres Tuban AKBP Darman, kepada wartawan, Kamis (23/6).
Hushaim meninggal dunia dengan luka tembak di bagian dagu. “Luka di dagu dan dimakamkan di Tuban," ujar Darman.
Kejadian tersebut bermula ketika Buya Arrazy sedang berada di rumah mertuanya di Desa Palang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Saat di lokasi, pendiri lembaga kajian ilmu tasawuf Ribath Nouraniyah Hasyimiyah itu dikawal sejumlah anggota Patwal dari Polri.
ADVERTISEMENT
Buya Arrazy selain ke rumah mertuanya juga dalam rangka dakwah di sejumlah daerah di Jawa Timur.
Saat sedang beristirahat di rumah mertuanya, salah satu anggota pengawal Buya Arrazy berinisial M menunaikan ibadah salat Zuhur di masjid dekat rumah mertuanya yang juga masih di dalam kompleks.
Kemudian dia menaruh senjatanya di tempat yang aman. Hingga saat ini, belum diketahui lokasi persis M menaruh senjatanya itu. Apakah di rak-rak sekitar atau di dekatnya saat salat.
“Saudara M sedang salat. Kemudian, dia menaruh senjatanya di tempat yang aman,” ujar Darman.
Ketika ditinggal salat, senjata anggota pengawal itu dibuat mainan oleh kakak Hushaim yang masih berusia 5 tahun. Hingga akhirnya, senjata api itu meletus mengenai putra kedua dari Buya Arrazy hingga meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
Buya Arrazy Ikhlas dan Tak Menuntut soal Anak Meninggal Tertembak Senpi Polisi
Buya Arrazy Hasyim. Foto: Instagram/@buya_arrazy_hasyim
zoom-in-whitePerbesar
Buya Arrazy Hasyim. Foto: Instagram/@buya_arrazy_hasyim
Kasat Reskrim Polres Tuban AKP M Gananta belum menyebut secara detail lokasi persis senjata itu ditaruh di mana saat rombongan sedang salat Zuhur. Namun yang pasti, kata dia, keluarga sudah ikhlas atas kejadian itu dan dinyatakan sebagai musibah.
“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan menyatakan tidak menuntut di kemudian hari,” kata Gananta kepada wartawan, Kamis (23/6).
Menurutnya, pihak keluarga menyatakan kejadian tersebut adalah kecelakaan dan tidak akan melanjutkan perkara ke wilayah hukum Polres Tuban.
"Pihak Polres juga sudah mendapatkan surat pernyataan dari keluarga untuk tidak melakukan penuntut," ujar dia.
Buya Arrazy merupakan dai berusia 36 tahun. Dia dikenal juga sebagai pendiri dan pengasuh lembaga kajian ilmu tasawuf Ribath Nouraniyah Hasyimiyah di Ciputat, Tangsel.
ADVERTISEMENT
Anak Buya Arrazy Hasyim Tertembak Senjata Milik Anggota Mabes Polri
Lokasi tertembaknya anak Buya Arrazy Hasyim di Tuban, yang juga rumah mertua ulama kondang itu. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi tertembaknya anak Buya Arrazy Hasyim di Tuban, yang juga rumah mertua ulama kondang itu. Foto: Dok. Istimewa
Putra ulama KH Arrazy Hasyim atau Buya Arrazy Hasyim, meninggal dunia akibat tertembak senjata api milik anggota polisi yang sedang bertugas mengawalnya saat berada di rumah mertuanya di di Desa Palang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Rabu (22/6) sekitar pukul 13.30 WIB.
Kasus tersebut tidak dilanjutkan ke ranah hukum lantaran pihak keluarga sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Tuban AKP M Gananta, Kamis (23/6).
“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan menyatakan tidak menuntut di kemudian hari. Senpi tersebut milik anggota Mabes Polri yang mengawal, ” ungkap Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Gananta.
Menurutnya, pihak keluarga menyatakan kejadian tersebut adalah kecelakaan dan tidak akan melanjutkan perkara ke wilayah hukum Polres Tuban.
ADVERTISEMENT
"Pihak Polres Tuban juga sudah mendapatkan surat pernyataan dari keluarga untuk tidak melakukan penuntut," ujar mantan Kanit Regident Satlantas Polres Tuban.
Putra Buya Arrazy yang meninggal itu bernama Hushaim Shah Wali Arrazy berusia 3 tahun. Ia meninggal dunia dengan luka tembak di bagian dagu.
Putra Buya Arrazy Hasyim Meninggal Tertembak Senjata Api Milik Anggota Polri
Para peserta memegang pistol revolver Ruger selama Pertemuan Tahunan National Rifle Association (NRA) di George R. Brown Convention Center, di Houston, Texas, Amerika Serikat pada Sabtu (28/5/2022). Foto: Patrick T. Fallon/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Para peserta memegang pistol revolver Ruger selama Pertemuan Tahunan National Rifle Association (NRA) di George R. Brown Convention Center, di Houston, Texas, Amerika Serikat pada Sabtu (28/5/2022). Foto: Patrick T. Fallon/AFP
Putra kedua ulama Arrazy Hasyim atau lebih dikenal Buya Arrazy, meninggal dunia karena tertembak. Peristiwa itu terjadi di Desa Palang, Kecamatan Palang, Tuban, Rabu (22/6) sekitar pukul 13.30 WIB.
Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Ganantha membenarkan kejadian tersebut. Ganantha menyebut, korban yang masih berusia 3 tahun ini tertembak oleh kakaknya. Kakak korban diketahui berusia 5 tahun.
ADVERTISEMENT
"Korban putranya yang kecil umur 3 tahun. Yang main senpi, putranya umur 5 tahun, sama-sama cowok," ucap Ganantha dalam keterangan tertulis, Rabu (22/6).
"Buya enggan berkomentar karena ini musibah, sudah memaafkan. Untuk kronologi Buya tidak mau mengungkap," tambahnya.
Senjata api yang digunakan adalah milik seorang anggota Polri. Menurut dia, peristiwa ini berawal ketika salah seorang anggota polisi sedang salat zuhur di masjid sebelah rumah mertua Buya Arrazy Hasyim di Palang, Tuban.
"Kejadian di Palang Tuban. Buya sedang berada di rumah mertuanya. Senjata milik anggota yang sedang bertugas mengawal. Lagi salat zuhur, senjata ditaruh di tempat aman di tas. Ternyata bisa dijangkau dan terjadi peristiwa itu," jelasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020