Anak Muda Mengaji Satu Juz Per Hari

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Seorang wanita sedang mengaji (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wanita sedang mengaji (Foto: Pixabay)

Di era penuh kemajuan teknologi seperti sekarang, melihat fenomena anak sekolah atau kuliahan bahkan yang tengah sibuk bekerja untuk membaca Alquran masih jadi fenomena langka. Namun, tidak untuk kelompok masyarakat yang satu ini.

Komunitas One Day One Juz (ODOJ) merupakan kumpulan orang dari berbagai lapisan yang berkomitmen untuk saling mengingatkan agar lebih dekat dengan Tuhan. Di sini, orang yang menjadi bagian dari komunitas diingatkan untuk membaca Alquran 10 lembar satu hari.

Membaca Al Quran lewat ponsel (Foto: Ridho Robby/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Membaca Al Quran lewat ponsel (Foto: Ridho Robby/kumparan)

Komunitas ini berdiri sejak tahun 2007. Penggagasnya adalah Bhayu Subroto dan Pratama Widodo.

“Memudarnya semangat masyarakat khususnya anak muda dalam membaca Alquran. Di sisi lain, teknologi semakin berkembang. Oleh karena itu, dibentuklah komunitas ODOJ untuk mempertemukan 2 elemen itu, yaitu budaya membaca Alquran dengan memanfaatkan kemajuan teknologi,” ujar Adit, Wakil Humas dan Promosi ODOJ kepada kumparan.

Konsepnya sederhana, mereka yang mau menjadi bagian komunitas ini cukup mendaftar lewat contact person yang tertera di laman resmi mereka. Setelah mendaftar, peseta akan dimasukkan dalam grup Whatsapp ODOJ per wilayah.

"Semuanya gratis, cukup kirim pesan lewat ke saya. Ketik nama, jenis kelamin, usia, domisili, nomor telepon. Saat ini ODOJ berkembang tidak hanya 1 juz tapi juga bisa bagi yang mau membaca setengah juz dan 1 khusus anak-anak 1 lembar sehari," urainya.

Anggota ODOJ hingga kini sudah mencapai lebih dari 90.000 orang. Tak hanya di Indonesia, anggota komunitas ini juga tersebar di berbagai belahan dunia.

"Kurang lebih 95.000 di seluruh provinsi, kurang lebihd di 20 negara. Mayoritas sih WNI yang ada di sana, tapi ada juga beberapa warga setempat yang ikut,” lanjut Adit.

Komunitas One Day One Juz saat pengajian (Foto: Komunitas One Day One Juz)
zoom-in-whitePerbesar
Komunitas One Day One Juz saat pengajian (Foto: Komunitas One Day One Juz)

Komunitas ini sebetulnya hanya untuk saling mengingatkan agar para anggotaya lebih rajin membaca Alquran.

"Kalau kita baca Alquran sendirian tanpa ada yang mengingatkan banyak malasnya, akan jadi termotivasi bila kita lihat grup WA ODOJ ternyata sudah banyak yang khatam,” ungkapnya.

Fokus komunitas ODOJ, kata Adit, dalam taraf membaca tak sampai memahami isi Alquran via dunia maya. Menurutnya, memahami isi Alquran lebih efektif melalui pengajian tatap muka.

"Jadi kalau mengkaji ayat-ayat Alquran, kami ada program sebulan sekali namanya Kalqulus (Kajian Alquran Ala Ustaz). Itu setiap perwakilan ODOJ di daerah mengadakan Kalqulus di daerahnya masing-masing," tutur dia.

Pengajian Kalqulus komunitas One Day One Juz (Foto: Komunitas One Day One Juz)
zoom-in-whitePerbesar
Pengajian Kalqulus komunitas One Day One Juz (Foto: Komunitas One Day One Juz)

Untukmu para muslim millenials, pesan Adit dan ODOJ sangat sederhana. Kesibukan tak lantas membuatmu tak bisa baca alquran sama sekali. Jika niat sungguh-sungguh, setiap waktu senggangmu akan menjadi pahala lewat baca Alquran.

"Sempat-sempatin aja pas di jalan, di kereta, di angkot. Atau pas makan siang, cukup 30 menit juga sudah luar biasa. Yang penting konsisten," ujar Adit.

Adit menjelaskan, sebenarnnya ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan oleh seorang muslim agar bisa membaca Alquran di tengah kesibukannya. Misalnya, menyisihkan waktu 10-15 setelah salat 5 waktu.

Al Quran (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Al Quran (Foto: Pixabay)

"Dengan kondisi yang relatif lebih stabil, sebaiknya itu dimanfaatkan. Paling tidak 2 lembar selepas salat. Itu sudah lumayan," ungkapnya.

Selain itu, memanfaatkan waktu senggang selepas makan siang, lanjut Adit, bisa menjadi alternatif. 10 Menit membaca bisa sampai menghabiskan satu lembar bacaan Alquran.

"Kalau weekday, bisa juga bacanya saat di angkutan umum. Baik berangkat atau pulang kerja, kalau weekend kejar kebut baca Alquran setelah Subuh dan setelah Maghrib," ungkapnya.

video youtube embed