Anak PB XIII Bicara Suksesi Keraton Surakarta: Gusti Purbaya Putra Mahkota
·waktu baca 2 menit

Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kanjeng Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII Hangabehi, mangkat dalam usia 77 tahun pada Minggu (2/11). Siapa calon penerus takhta menjadi pertanyaan publik.
Putra pertama PB XIII, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, mengatakan, ayahnya pada 2022, sudah menobatkan KGPAA Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram atau yang akrab dikenal sebagai Gusti Purbaya sebagai putra mahkota.
Penetapan itu dilakukan saat upacara kenaikan takhta PB XIII atau jumenengan.
“Saya harus pertegas PB XIII pada 2022 sudah mengukuhkan dan melantik putra mahkota (Gusti Purbaya). Jadi saya dengan ini mempertegas bahwa beliaunya mengamanatkan pada kami putra putrinya. Kita harus menjalankan amanah itu, untuk njumenengake putra mahkota di mana itu itu kanjeng Gusti Purbaya,” ujar Timoer di Keraton Surakarta, Selasa (4/11).
Disinggung jika ada pihak yang menolak keputusan ini, dia menegaskan hal ini sama saja seperti melanggar adat.
“Itu bisa terjadi (penolakan Gusti Purbaya) berarti mereka melanggar adat,” kata dia.
Timoer menegaskan putra dan putri PB XIII sepakat untuk menjalankan amanah terkait suksesi ini.
“Yang jelas kami putra putri PB XIII keluarga inti sepakat untuk menjalankan amanah PB XIII. Soal hal lain itu bukan ranahnya,” kata dia.
Lebih jauh, untuk pengumuman resmi penerus takhta PB XIII, menurutnya akan diumumkan resmi Keraton Surakarta. Tapi, selama masa transisi pemerintahan akan dipegang sementara oleh Gusti Adipati Anom.
Harapan Sultan HB X
Sementara Sultan Hamengkubuwono (HB) X berharap, proses regenerasi di Keraton Surakarta bisa berjalan dengan baik sebagai bagian dari menjaga tradisi dua keraton di Jawa.
“Ya semoga regenerasi juga tetap bisa berjalan dengan baik. Karena bagaimanapun kami bagian dari yang harus menjaga tradisi, baik yang di Surakarta maupun yang di Yogyakarta. Jadi harapan saya juga sama bagaimana kita bisa meneruskan dengan langgeng dengan segala menjadi bagian dari Republik Indonesia,” kata Sultan HB X.
“Semuanya dalam perkembangan antar-generasi yang terjadi sehingga kita juga bersama-sama bisa berjalan baik,” ucapnya.
